Tuesday, 22 September 2020

Kota Blitar Raih Opini WTP dan Juara Higienis Kios Pasar Tradisional

post-top-smn
Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan oleh Kepala BPK RI Perwakilan Surabaya, Novian Herodwijanto kepada Plt. Sekretaris Daerah Kota Blitar, Rudy Wijonarko

Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan oleh Kepala BPK RI Perwakilan Surabaya, Novian Herodwijanto kepada Plt. Sekretaris Daerah Kota Blitar, Rudy Wijonarko

Kota Blitar, SMN – Penghargaan bergengsi kembali diraih Kota Blitar. Untuk keenam kalinya secara berturut-turut, Kota Blitar mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia. Penghargaan WTP itu diserahkan kepala BPK RI Perwakilan Surabaya, Novian Herodwijanto kepada Plt. Sekretaris Daerah Kota Blitar Rudy Wijonarko dan Wakil Ketua DPRD Kota Blitar, Totok Sugiarto di Auditorium BPK RI Surabaya, Selasa, (31/5).

Selain itu, Kios daging di sejumlah pasar tradisional di Kota Blitar mendapat gelar Juara dua Lomba Higienis Sanitasi Kios Daging di Pasar Tradisional Tingkat Jawa Timur Tahun 2016. Penilaian ini berdasarkan pengecekan dan penanganan kios daging yang ada dipasar tradisional di Kota Blitar. Piala diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo kepada Wali Kota Blitar Muh. Samanhudi Anwar yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Blitar, di Malang, Selasa (31/5) bertepatan dengan puncak Peringatan Hari Susu Nusantara ke-8 Tahun 2016.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kota Blitar, Djatmiko Budi Santoso menyampaikan, prestasi yang berhasil diraih merupakan buah kerja kera yang terus digalak dalam rangka mewujudkan keberadaan kios daging yang layak, sehat dan bersih. Artinya pengecekan dan pengawasan yang kami lakukan secara kualitas telah mendapatkan pengakuan yang istimewa, hingga menghantarkan Kota Blitar menjadi Juara 2 dalam Lomba Higienis Sanitasi Kios Daging di Pasar Tradisional tingkat Jawa Timur. “Kota Blitar memang pantas berbangga, karena penghargaan bergengsi ini membuktikan bahwa daging yang dijual di kota Blitar sudah teruji higienitasnya. Kami berharap predikat ini mampu kita tingkatkan pada tahun mendatang.” Tegas Djatmiko.

Terkait WTP, Dari 24 Daerah yang telah diserahkan opininya oleh BPK, hanya empat daerah yang memperoleh opini WTP, salah satunya Kota Blitar. Peningkatan kriteria penilaian tahun ini dan pemberlakuan sistem akuntansi berbasis akrual dapat dilaksanakan dengan baik oleh Pemerintah Kota Blitar. Penghargaan ini diraih karena Laporan Keuangan Pemerintah Kota Blitar telah sesuai dengan Standard Akuntansi Pemerintah. Selain itu, Pemerintah Kota Blitar dinilai memiliki kepatutan yang tinggi terhadap peraturan perundangan. WTP ini juga menjadi bukti bahwa sistem pengendalian intern pemerintah berfungsi optimal dan bisa dihandalkan.

Inspektur Daerah Kota Blitar, Rusmiatun, mengatakan bahwa penyerahan penghargaan itu mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan buah dari kerja kolektif, koordinasi, dan komunikasi yang baik dari semua pihak. “Penghargaan ini merupakan buah dari komitmen kepala daerah, DPRD, dan seluruh satuan kerja perangkat daerah di Kota Blitar. Tanpa ada komitmen dari Bapak Wali Kota tentu tidak mungkin dapat kita wujudkan”, ujar Rusmiatun. Lebih lanjut Rusmiatun mengapresiasi kerja dari seluruh SKPD karena sejatinya Laporan Keuangan Daerah merupakan kompilasi dari laporan keuangan SKPD.

Dijelaskan Rusmiatun bahwa tahun ini ada peningkatan kriteria laporan yang sebelumnya tidak ada. Yakni laporan operasional dan laporan perubahan ekuitas. Diharapkan opini WTP dapat menambah kepercayaan (trust) masyarakat kepada Pemerintah. Dengan penghargaan ini menjadi bukti bahwa pemerintah Kota Blitar juga terus berbenah dan mempertahankan tata pemerintahan yang baik. Selain itu, secara luas diharapkan dapat menarik minat investor dari luar untuk masuk ke Kota Blitar.

Rusmiatun berharap ke depan seluruh SKPD lebih tertib lagi dalam melakukan pengelolaan. Mengingat dari waktu ke waktu, pola pemeriksaan terus meningkat. Semua aparatur harus berperan dalam mewujudkan tata pemerintahan yang bersih dan akuntabel. “Saat ini kami terus menyiapkan sumber daya manusianya pasca perubahan akuntansi berbasis akrual”, jelas Rusmiatun

Prestasi WTP pantas dibanggakan, karena ini merupakan prestasi kali keenam diraih Kota Blitar di bawah kepemimpinan Walikota M. Samanhudi Anwar. Tentu, banyak pihak berharap prestasi tersebut tetap dipertahankan bahkan kalau bisa ditingkatkan. Karena dengan WTP setidaknya menjadi bukti bahwa akuntabilitas keuangan sudah baik dan bisa dipertanggungjawabkan. Satu hal lagi, transparan atau terbuka semua elemen.

WTP bisa diraih karena kedisiplinan dari SKPD pada pelaksanaan anggaran, program serta mengoptimalkan SDM di setiap SKPD, selain menjalin komitmen disiplin anggaran dengan DPRD Kota Blitar. Karena WTP ini merupakan penilaian terbaik dari BPK atas pengelolaan keuangan APBD, maka Pemerintah Kota Blitar akan mempertahankan hal itu dengan meningkatkan disiplin dan pengawasan melekat pada setiap SKPD.

“Kami memberikan apresiasi kepada semua pihak khususnya SKPD yang telah bekerja keras. Yang jelas ke depan isi kecermatan dan kedisiplinan sangat kita harapkan”, pungkas Rusmiatun.(hms/adv/kan)

post-top-smn

Baca berita terkait