Sunday, 25 October 2020

KONI Jatim Siapkan Binpres Internasional

post-top-smn
Ketua KONI Jawa Timur, Erlangga Satriagung

Ketua KONI Jawa Timur, Erlangga Satriagung

Surabaya, SMN – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur akan membagi tugas Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) menjadi dua hal, yakni Bidang Prestasi Nasional dan Bidang Prestasi Internasional. Pembagian tugas ini dirasa perlu dilakukan agar makin fokus sehingga mampu berkontribusi bagi Indonesia untuk bisa berprestasi di kancah dunia Internasional.

“Kemarin itu kita kurang fokus mengawal prestasi atlet kita untuk prestasi Internasional. Kita ingin KONI lebih aktif, jadi kami akan mengejar ke cabor untuk meningkatkan prestasi atlet,” ujar Ketua KONI Jawa Timur, Erlangga Satriagung, di Surabaya, Rabu (15/3).

Dia mengatakan, potensi atlet Jatim sendiri dinilai cukup besar, sebab banyak atlet-atlet Jatim yang sukses menjuarai berbagai ajang baik itu nasional maupun internasional. Apalagi dari hasil PON XIX 2016 Jawa Barat, banyak atlet yang berhasil masuk dalam skuad Pelatihan Nasional (Pelatnas) proyeksi Sea Games 2017 dan Asian Games 2018. “Banyak atlet Jawa Timur yang mengikuti pelatnas di Jakarta,” kata Erlanghga menirukan wakil ketua KONI Pusat Suwarno.

Untuk menciptakan atlet yang berprestasi di kancah internasional, katanya, KONI Jatim telah menyiapkan program-program unggulan yakni program empat pilar (fisik, kesehatan, psikologi, dan biomekanik), pembinaan atlet potensial dari daerah, dan peningkatan kualitas pelatih di Jatim.

“Biomekanik itu menganalisis gerakan atlet, itu ada alatnya. Jadi, gerakan atlet bisa sempurna, dan sekarang sedang dibahas oleh bidang pembinaan dan prestasi, bersama, Prof. Toho Cholik,” terangnya.

Dia menjelaskan, Biomekanik dirasa sangat diperlukan untuk kesiapan atlet. Pilar ini sendiri memiliki fungsi untuk menganalisis setiap gerakan yang dilakukan atlet di setiap cabang olahraga, dimana ada gerakan-gerakan tertentu yang menunjang prestasi atlet.

Untuk teknis yang akan melaksanakan bio mekanik, Erlanggar menuturkan, KONI Jatim masih mempercayakan jasa konsultan olahraga dari Australia Barat yakni Gregory John Wilson. Konsultan asing ini dinilai memiliki keahlian tersebut, tentunya juga KONI Jatim bekerjasama dengan Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Erlangga menjelaskan, program ini sendiri akan kembali dilaksanakan ketika masa perekrutan atlet program Puslatda Jatim VI/100 proyeksi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 Papua, yang direncanakan berlangsung pada bulan Juli 2017. (ris/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait