Thursday, 29 October 2020

Komisi III Nilai Membran Tidak Efektif dan Boros

post-top-smn
Suasana pertemuan Komisi III dengan  Disparpora Ngawi

Suasana pertemuan Komisi III dengan Disparpora Ngawi

Ngawi, SMN – Perbaikan membran untuk lapangan tenis dan lapangan futsal yang dilakukan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga mendapat sorotan tajam dari Komisi III DPRD Ngawi.  Hal ini terkuak usai hearing yang dilakukan Komisi III dengan Diparpora pada Rabu (5/4).

Perbaikan membran di laun-alun Ngawi memang sednag dilakukan usai rusak beberapa minggu lalu. Saat ini perbaikan yang sednag dilakukan msih merupakan tanggung jawab pelaksana. Namun ketika masa pemeliharaan habis, maka maintenance atas membran rentan menganccam anggaran Disparpora.  “Kerusakan yang ada saat ini masih dalam masa pemeliharaan jadi tidak memakai anggaran negara karena masih tanggung jawab pelaksana, namun ke depan ya bisa-bisa menguras dana pemeliharaan di dinas,” ungkap Supeno, Ketua Komisi III DPRD Ngawi.

Hearing dengan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga sendiri dilakukan menyusul kunjungan mendadak yang dilakukan Komisi III ke alun-alun, Senin lalu (3/4). Saat itu, dewan melihat atap membran, baik untuk lapangan tenis maupun lapangan futsal rusak semua dan baru diperbaiki. Menurut Supeno, pihaknya sebenarnya belum puas dengan penjelasan Diparpora mengenai alasan memilih atap membran untuk menaungi lapangan tenis dan futsal yang jelas-jelas letaknya terbuka. “Jangan ambruk atau sobek, kotor atau berlumut dan ingin dibersihkan saja, ternyata harus diturunkan dan ini memerlukan biaya,” katanya.

Dengan masa tahan membran yang mencapai belasan tahun sesuai  jaminan dari pabriknya, maka anggaran perawatannya akan besar, menyesuaikan dengan kondisi barang yang dipelihara. Kondisi ini dinilai DPRD sebagai hal yang kurak layak untuk digunakan terus menerus dan tidak efektif bagi kepentingan masyarakat Ngawi.  Perawatan membran juga menjadi sesuatu hal yang rawan dengan pemborosan. “Kami bahkan merekomendasikan agar dipikirkan penghitungan penyusutan segera untuk atap membran ini kemudian dipikirkan atap naungan yang lebih baik, awet, efektif dan tidak menguras biaya perawatan,” ujarnya.

Hearing Diparpora dengan Komisi III DPRD Ngawi kemarin dihadiri langsung pelaksana tugas (Plt) Kepala Disparpora Yulianto Kusprasetyo dan Sekretaris Diparpora Mahmud. Menurut Mahmud, pihaknya menjelaskan tentang perbaikan membran yang rusak beberapa minggu sebelum sidak yang dilakukan Komisi III tersebut. Pihaknya juga menjamin bahwa pemeliharaan tersebut masih menjadi tanggung jawab pihak ketiga sehingga tidak ada anggaran yang keluar dari kas Pemkab Ngawi sampai saat ini. “Kita juga akan dengarkan saran-saran dewan yang diberikan dalam pertemuan ini,” katanya. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait