Wednesday, 23 September 2020

Komisi E DPRD Berharap Pelaksanaan UNBK 2016 Di Jatim Berjalan Lancar

post-top-smn
Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur

Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur

Jatim, SMN -Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur berharap pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2016 berjalan dengan lancar dan tanpa kendala teknis, baik masalah trouble Komputer hingga masalah listrik saat ujian.

Wakil Ketua Komisi E, Suli Daim di DPRD Jatim, Selasa (22/3) mengatakan, sistem IT yang sudah tertata sedemikian rupa untuk UNBK harus dijaga dan dimaksimalkan dengan baik. Terutama, adanya jaminan yang baik saat pelaksanaan UNBK berlangsung, termasuk perangkat yang disiapkan untuk UNBK.

Dari segi kesiapan, pihaknya telah melakukan sidak di beberapa SMA/SMK mengakui sudah siap dengan UNBK. Di Surabaya, sudah berpengalaman melaksanakan UNBK mulai tahun lalu. Adapun di Jatim ada 1.306 lembaga yang akan melaksanakan UNBK.

Meski belum semua lembaga sekolah ikut serta, jumlah lembaga itu berpengaruh pada basis internet yang digunakan. ”Dan ini memang harus diantisipasi, simulasi dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Pihak dinas pendidikan maupun sekolah sudah melakukan koordinasi dengan PLN maupun Telkom. Masing-masing sekolah juga sudah menyiapkan segala sesuatunya, termasuk genset dan UPS di masing-masing server. ”Kami harap, semuanya berjalan baik dan lancar,” tuturnya.

Ketua Komisi E, dr Agung Mulyono meminta pihak sekolah mensimulasikan listrik padam saat komputer sekolah menyala. “Ternyata belum diantisipasi. Ini harus jadi perhatian serius pihak sekolah,” ujarnya.

Agung menuturkan kejadian listrik padam saat gelaran UNBK sangat mungkin terjadi. Pihak sekolah harus menyiapkan setidaknya dua hal, yaitu pengganti listrik PLN serta program server yang kompatibel. Server sekolah harus bisa back up data ketika komputer tiba-tiba mati. “Jangan sampai data siswa hilang ketika komputernya mati. Kasihan siswanya kalau harus mengulang, atau yang lebih parah data pribadinya hilang,” ujarnya.

post-top-smn

Baca berita terkait