Thursday, 29 October 2020

Kini Ngurus Akta Kelahiran Cukup 20 Menit

post-top-smn

IMG-20170317-WA0012 Ponorogo, SMN – Banyaknya keluhan masyarakat terkait sulitnya mengurus akta kelahiran mendorong pemkab Ponorogo untuk membuat terobosan dalam pembuatan akta kelahiran. Selasa (14/3) bupati Ponorogo Drs. H. Ipong Muchlissoni launching pembuatan akta kelahiran yang bisa selesai dalam waktu 20 menit di kantor Dukcapil Ponorogo.

“Launching akta kelahiran yang selesai dalam 20 menit ini merupakan jawaban dari keluhan masyarakat yang masuk di sms center pemkab terkait sulitnya bikin akta kelahiran. Selain sulit biaya juga tinggi karena kebanyakan lewat calo. Oleh karena itu saya menghimbau kepada masyarakat bila ingin mengurus dokumen kependudukan baik akta, KK dan KTP hendaknya diurus sendiri jangan melalui calo untuk menghindari biaya yang tinggi. Nyatanya hari ini mereka yang datang ngurus akte gratis kok, juga cepat hanya 20 menit sudah jadi,” terang bupati Ipong kepada wartawan. Ipong menambahkan bahwa program ini sebagai salah satu wujud misi pemerintah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat menuju Ponorogo yang lebih maju, religius dan berbudaya.

Sementara itu Endang Retno Wulandari kepala Dukcapil Ponorogo mengatakan bahwa terobosan ini sebagai bentuk perbaikan layanan kepada masyarakat. Sejauh ini target  nasional sudah tercapai yakni sekitar 78% untuk penduduk usia 0-18 tahun. “Program ini sebagai upaya kami untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam hal adminduk. Kalau dulu ngurus akta kelahiran bisa sampai enam bulan kini cukup 20 Menit saja selesai asalkan syarat lengkap dan benar. Yang dimaksud benar adalah antara data satu dengan lainnya sama misalkan antara KTP dan KK tidak ada perbedaan. Dengan berbagai persiapan baik SDM maupun sistem dan mekanisme hasil uji coba kemarin sehari bisa mencetak 55 akta kelahiran dari 80 pemohon. Mungkin yang lain belum bisa terproses karena syarat belum lengkap. Ke depan akan terus kami evaluasi agar masyarakat dapat terlayani lebih baik,” terang Retno kepada wartawan. Lebihlanjut dia mengatakan bahwa berbagai persiapan dilakukan untuk mensukseskan program ini. Baik menyiapkan SDM para pegawai untuk verifikasi data dengan cepat dan benar maupun membangun mekanisme yang tepat sehingga program ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Semua warga Ponorogo dapat memanfaatkan  program ini kecuali di tiga kecamatan yang mempunyai program Paket Lengkap (Pakel) yakni kecamatan Badegan, Pulung dan Jetis. Karena di tiga  kecamatan tersebut masyarakat bisa mendapatkan tiga dokumen sekaligus KK, KTP dan  akta dalam sekali proses.

Terobosan demi terobosan dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini  dinas Dukcapil untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Kami terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat namun kami juga berharap agar masyarakat sadar untuk melengkapi semua persyaratan bila ingin prosesnya cepat. Dengan membenahi dibidang pelayanan  adminduk maka kami turut mendukung program, visi misi pemerintah untuk menuju Ponorogo lebih maju, berbudaya dan religius,” imbuh Retno.

Ditanya mengenai e-ktp Retno menjawab bahwa saat ini ada sekitar 30.000 pemohon e-ktp yang belum tercetak. “Kami akan bangun mekanisme untuk mencetak e-ktp yang saat ini kehabisan blangko. Ada sekitar 30 ribu pemohon ktp, untuk menghindari antrian yang panjang kami akan koordinasi dengan kecamatan dalam verifikasi data  terakhir. Sekian lama nunggu antrian mungkin ada data yang berubah maka akan dibetulkan dulu sebelum dicetak,” tegas Retno.

Sementara itu masyarakat menyambut gembira adanya program akta cepat. “Alhamdulillah, sakniki ngurus akte mboten mbayar tur cepet rampung, niki kulo ngurus akte nipun anak kulo kalih mboten mbayar,” tutur Boiran salah satu pemohon akta. (Any/wid)

post-top-smn

Baca berita terkait