Wednesday, 26 February 2020

Kian Kritis, Plt Direktur dan Dewan Pengawas  PDAM Tirta Malem  Kompak Mundur

post-top-smn

Kebobrokan PDAM Tirta Malem semakin parah.

Kebobrokan PDAM Tirta Malem semakin parah. Kabar teranyar, Plt Direktur PDAM Tirta Malem Jonara Tarigan dan Dewan Pengawas Willem Peranginangin yang juga mantan Direktur PDAM Tirta Malem bersamaan mengundurkan diri.
Plt Direktur PDAM Tirta Malem Jonara Tarigan ketika dikonfirmasi belum lama ini mengakui, perusahaan yang dipimpinnya sedang terlilit masalah finansial yang berat. PDAM memiliki tunggakan rekening listrik Rp 2,5 miliar, tagihan air yang “nyantol” di pelanggan per April 2019 sebesar Rp 274 juta, sedangkan kebutuhan gaji karyawan sebanyak 115 orang adalah Rp252 juta per bulan. “Sudah 8 bulan karyawan tidak terima gaji,” ungkapnya.
Biaya rutin PDAM juga sangat berat sebab untuk  listrik saja menelan Rp187 juta per bulan serta operasional Rp 124 juta per bulan. “Total kebutuhan per bulan untuk PDAM ini sekitar Rp 564 juta dan tidak bisa dicukupi,” keluh Jonara.
PDAM juga memiliki beban tunggakan listrik yang besar. Listrik untuk Mei saja Rp 668 juta lebih dan masih berhutang ke PDAM Tirtanadi Cabang Berastagi, sampai April 2019 sebesar Rp 2,8 miliar. Total hutang PDAM Tirta Malem lebih dari Rp 6 M, sehingga cukup sulit keluar dari masalah ini kecuali ada pertolongan pemerintah. “Kita harapkan ada penyertaan modal tambahan dari Pemkab, karena kalau  tetap dengan sistem seperti ini, siapapun direkturnya tak akan mungkin berjalan dengan baik,” ujarnya.
Menyinggung alasan pengunduran dirinya, Jonara Tarigan mengaku selain akibat faktor kesehatan dan latar belakang pendidikan kurang mendukung, dia juga merasa kesulitan mengatasi permasalahan yang melingkupi PDAM Tirta Malem. Hal ini juga serupa dengan alasan mundurnya Dewan Pengawas PDAM, Willem Peranginangin.
Jonara menunjukkan surat pengunduran dirinya Willem yang sudah diajukan ke bupati per  tanggal 6 Mei 2019 lalu dengan tembusan ke DPRD Karo. (ius)
post-top-smn

Baca berita terkait