Tuesday, 24 November 2020

Khotijah Meminta Keadilan

post-top-smn
Khotijah (istri Wahab)

Khotijah (istri Wahab)

Pasuruan, SMN – Nasib orang miskin memang sulit untuk mencari keadilan, demikian juga yang dialami oleh Khotijah, salah satu warga desa Sapulante Kecamatan Pasrepan Kabupaten Pasuruan, suami dan anaknya terpaksa menginap di hotel prodeo karena terjerat pasal 170 KUHP.

Pada wartawan media ini Khotijah yang di dampingi saudaranya menceritakan awal dari kejadian. Di saat Wahab, suaminya ada di rumah, satu keluarga petani itu mendengar teriakan Hamin yang memanggil-manggil nama Wahab untuk keluar dari rumah, mendengar namanya di panggil Wahab pun keluar rumah. Namun tanpa banyak omong Hamin yang masih terhitung keluarga dekat ini menghantam Wahab, melihat bapaknya di pukul tanpa ada penjelasan, Soleh anak Wahab pun berusaha melerainya, namun sayangnya kepala Soleh yang baru saja di operasi karena kecelakaan mendapat hadiah bogem mentah dari Hamin sehingga membuat geram Wahab dan balas memukul Hamin. Terjadilah pergumulan antara Hamin dengan Wahab dan Soleh, bukan tidak berimbang, Halilah istri Hamin dan Musa adik Hamin muncul dan ikut bergumul di dalamnya. Halilah yang berperawakan besar ini pun mencekik leher Soleh demikian kuatnya hingga Soleh yang belum sembuh benar mengeluarkan kotoran dari lubang duburnya. Pergumulan ini pun berakhir ketika beberapa perangkat desa yang mendengar perkelahian tersebut melerainya.

Namun sayangnya bukan Wahab dan Soleh yang melaporkan Hamin ke Polsek Pasrepan, melainkan Hamin lah yang mendahului melaporkan bapak dan anak petani ini ke Polsek Pasrepan dengan dasar pengeroyokan.

Tidak ada asap kalau tidak ada api, kasus pengeroyokan yang dituduhkan ke Wahab dan Soleh ini bermula dari tuduhan pencurian di toko kecil/ pracangan milik Bu Sundana dan Nahrawi kepada Sulipah atas hilangnya uang toko sebesar dua ratus ribu rupiah, namun permasalahan ini pun bisa di selesaikan dengan baik di lingkungan sekitar. Karena dianggap urusan selesai, pak Sulas bapak dari Sulipah menyalakan mercon atau kembang api sebagai luapan kegembiraan pada hari itu juga sehingga mengundang banyak massa. Hamin yang pada saat itu ikut mendamaikan permasalahan bu Sundana dan Sulipah menganggap Wahab lah dalang di balik petasan sehingga tanpa ada penjelasan terjadilah pertengkaran tersebut.

Lebih lanjut bu Khotijah mengatakan bahwa dia menyesalkan Polsek Pasrepan yang dianggapnya berpihak, dimana dia yang menyaksikan langsung kejadian dari awal hingga akhir tidak bisa di jadikan saksi dengan alasan ada hubungan dekat dengan Wahab, namun dari Polsek telah memanggil Salim dan Ripin yang terhitung masih keluarga dekat Hamin untuk di dengar kesaksiannya.

Ketika wartawan media ini mengkonfirmasi di Polsek Pasrepan atas keluh kesah bu Khotijah, Kanit Reskrim Polsek Pasrepan Budi Djatmiko sedang tidak berada di ruangannya karena mengantar Wahab dan Soleh ke Pengadilan Negeri Bangil, ujar petugas jaga.

Akankah pisau keadilan akan terus meruncing ke bawah dan tumpul ke atas. Kita ikuti berita perkembangan kasus pengeroyokan ini pada edisi minggu depan . . . (tim)

post-top-smn

Baca berita terkait