Saturday, 26 September 2020

Kesejahteraan Meningkat Berkat Jembatan Gantung Payak

post-top-smn
Jembatan Gendingan-Mengger

Jembatan Gendingan-Mengger

Ngawi, SMN Jembatan, menjadi sarana yang disambut hangat masyarakat Karanganyar. Maklum, sebagian besar warga di kecamatan Karanganyar berada di utara Bengawan Solo. Daerah yang dikelilingi hutan jati, terkenal minus, masyarakatnya sebagian besar hanya menggantungkan dari keberadaa sawah tadah hujan dan petani magersari.

Hal ini membuat Pemkab Ngawi merancang pembangunan jembatan Payak, menghubungkan Desa Mengger dan Sri Wedari di Kecamatan Karangnyar dengan Desa Gendingan, langsung menghadapkan warga Karanganyar dengan jalan raya jalan Solo. “Ini bru diresmikan 10 Januari 2016, tapi kami ya senang karena mendekatkan akses ke jalan besar,” ujar Sri Mulyanto, salah satu warga Karanganyar.

Akses yang terbuka setelah adanya jembatan yang selesai 23 Desember 2015 ini memudahkan warga mengangkut hasil pertanian mereka, demikian juga dengan akses bagi para pemuda untuk bisa bekerja di tempat lain. Kesejahteraan yang mulai meningkat di Karanganyar tampak dari deretan rumah-rumah yang semakin bagus dan rapi, terhiasai dengan perangkat elektronik dan piranti mobilitas seperti motor dan mobil.

Beberapa jalan desa meang belum semuanya langsung mulus, namun harapan besar terpancar pada tatapan anak-anak sekolah yang kian bersemangat menempuh studi mereka. “Sekarang kan tidak usah menyeberang pakai perahu atau memutar jalan kalau mau sekolah ke Widodaren,” ujar Nayla, salah satu pelajar.

Menurut Sudarno, Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Kabupaten Ngawi, jalan yang menghubungkan Gendingan-Mengger ini merupakan jembatan dengan konstruksi gantung. Jembatan ini diakuinya tidak terlalu besar dan hanya berkapasitas 3 ton, namun sangat besar artinya bagi masyarakat Karanganyar. “Jembatan itu terdanai dari APBD 2015 sebesar Rp 4.357 miliar,” ujar Sudarno.

Dengan adanya jembatan ini, diharapkan, warga Mengger dan Sri Wedari tidak lagi kesulitan menyeberangi Bengawan Solo. Sebelumnya, warga di dua desa ini biasanya memutar atau menempuh jalan beresiko dengan perahu tambang. Adanya jembatan gantung Payak ini diharapkan dapat membawa kesejahteraan warga di Kecamatan Karanganyar, apalagi mulai tahun ini juga segera dilakukan berbagai perbaikan jalan untuk wilayah ini. (adv/humas/ari)

post-top-smn

Baca berita terkait