Friday, 4 December 2020

Kerlip Mojopahit Fashion On The Street 2016 Pukau Masyarakat

post-top-smn
Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa memukul gong tanda dibukanya Mojopahit Fashion On The Street 2016

Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa memukul gong tanda dibukanya Mojopahit Fashion On The Street 2016

Kab. Mojokerto, SMN – Warna cantik batik jumputan dan desain busana beretema, hidupkan perhelatan Mojapahit Fashion on The Street 2016. 70 desain busana karya siswa SMK Negeri 1 Sooko, dibawakan dengan apik oleh para model yang berjalan di atas karpet merah sepanjang 150 meter.

Kepala BPPD (Badan Promosi Pariwisata Daerah) Kabupaten Mojokerto, Satuin, mengatakan bahwa event ini memang digagas untuk memfasilitasi para designer dan perias muda yang membutuhkan media dalam berpromo. Satuin juga optimis jika event ini, sangat berpotensi untuk menyemarakkan iklim pariwisata Kabupaten Mojokerto.

“Iklim pariwisata di Kabupaten Mojokerto harus selalu semarak. Mojopahit Fashion on The Street 2016 saya harapkan mampu menjadi daya tarik baru. Beberapa daerah lain sudah punya event sejenis, dan nyatanya mampu mendongkrak sektor pariwisata. Melalui anak-anak kita yang kreatif dan cakap, kita bisa meningkatkan daya jual pariwisata kita. Tentunya dengan sinergi dari pemerintah,” harapnya, Sabtu (27/2).

Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, didampingi Wakilnya, Pungkasiadi, meresmikan acara ini dengan mengungkapkan kebanggaan atas event yang menurutnya sangat berwarna tersebut. Bupati yang dilantik pada tanggal 17 Februari 2016 itu menambahkan, pemerintah akan terus memberi support penuh pada event-event baru di sektor wisata yang potensial. Ia yang datang ditemani sang istri, Ikfina Fatmawati, bahkan ingin memfasilitasi event tersebut di tahun-tahun selanjutnya agar makin meriah.

“Ini saatnya para perancang muda Kabupaten Mojokerto unjuk gigi menampilkan karya kreatifnya kepada khalayak. Mojopahit Fashion on The Street 2016 saya harap mampu menjadi pembangkit khasanah industri fashion kreatif. Bukan hanya mengangkat potensi fashion etnik seperti kain khas Majapahitan, tetapi juga untuk memperkuat identitas kita. Disamping itu sektor wisata juga turut hidup dengan adanya pengayaan event di kabupaten kita,” ucap Bupati.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Sooko, Prapti Widodo, memang mempersiapkan anak didiknya selama beberapa bulan dengan matang sebelum acara. Persiapan jelang hari H bahkan sudah dimulai sejak pukul 02.00 dini hari, hingga acara resmi dibuka pukul 08.00 pagi.

Karya-karya yang ditampilkan merupakan karya orisiniil siswa SMK Negeri 1 Sooko jurusan tata busana, serta rias dan tata rambut. Busana tematik penuh warna disuguhkan dengan ornamen dan make up fantasi yang dibubuhkan di wajah model, guna mempertegas kesan dramatis. Salah satunya tergambar dari busana bertema ‘Surya Majapahit’ sebagai lambang kerajaan Majapahit. Busana spektakuler yang menggambarkan sinar matahari dengan 8 dewa mengelilinginya, sukses mencuri perhatian para undangan.

Salah satu penampilan peserta Mojopahit Fashion On The Street 2016

Salah satu penampilan peserta Mojopahit Fashion On The Street 2016

Desain kain jumputan dan beberapa batik khas motif Majapahitan, diaplikasikan untuk desain baju yang dibuat tanpa jahitan sama sekali. Meski dililit sederhana dengan bantuan jarum pentul, karya para siswa dinilai sangat ready to wear (siap pakai) dan banyak mendapat pujian masyarakat yang datang. Kain yang juga kerap disebut dengan kain pelangi tersebut, dikombinasikan dengan beberapa material seperti brokat dan tile.

“Persiapan kita cukup lama, karena kita ingin eksekusi yang matang. Anak-anak juga melakukan tugas masing-masing dengan sangat baik, ini sangat membanggakan,” kata Prapti Widodo. (hms/adv/kan)

post-top-smn

Baca berita terkait