Saturday, 5 December 2020

Kendalikan PTM, Pemkot Perkuat Jejaring Kesehatan

post-top-smn
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Blitar, Setija Basuki saat memberikan sambutan

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Blitar, Setija Basuki saat memberikan sambutan

Kota Blitar, SMN – Komitmen Pemerintah Kota Blitar untuk mewujudkan visi APBD Pro Rakyat bidang kesehatan terus berupaya diwujudkan. Mencermati trend perkembangan kenaikan Penyakit Tidak Menular (PTM), Pemerintah Kota Blitar kemarin (10/05) memperkuat jejaring kesehatan. Dalam pertemuan di Ruang Sasana Praja itu, diperoleh komitmen dari berbagai pihak untuk bersama-sama melakukan deteksi dini dan pencegahan terhadap penyakit tidak menular.

Penyakit Tidak Menular menjadi fokus penanganan mengingat data riset kesehatan menyebutkan saat ini telah ada pergeseran penyebab kematian tertinggi dari penyakit menular ke penyakit tidak menular sehingga perlu diantisipasi. Beberapa jenis penyakit tidak menular yang mendapatkan perhatian serius dari Pemkot di antaranya stroke, hipertensi, diabetes, jantung, paru-paru, dan kanker. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Blitar, Setija Basuki, menyatakan bahwa keseriusan Pemerintah Kota Blitar ini menunjukkan komitmen untuk serius mewujudkan masyarakat Kota Blitar yang sehat.

“Kota Blitar sudah dua kali berturut-turut memperoleh predikat kota sehat di tingkat nasional. artinya pembangunan bidang kesehatan di Kota Blitar sudah berada pada jalur yang benar. Namun demikian, penyakit tidak menular ibarat silent killer. Kelihatannya tidak berbahaya, tetapi jika tidak ditangani dan mendapatkan pengobatan, akan dapat menyebabkan kematian” jelas Basuki.

Ditambahkan dia, selama ini di masyarakat masih ada anggapan bahwa kita hanya perlu memeriksakan diri atau berkonsultasi ke dokter apabila kondisi sakitnya sudah parah, pola pikir itu dapat kita ubah dengan kebiasaan mengikuti kegiatan sosialisasi kesehatan, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, dan melakukan pencegahan dini terhadap penyakit. Sehingga apabila ada potensi penyakit dalam tubuh kita dapat dicegah dan diatasi sejak dini.

Pada kesempatan yang sama, Dokter Faridha Cahyani dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut melihat langkah yang ditempuh Pemerintah Kota Blitar sudah tepat. “Upaya memperkuat jejaring kesehatan dalam mengendalikan penyakit tidak menular ini sudah tepat. Karena memang diperlukan kerjasama dan partisipasi lintas sektor untuk mengatasi penyakit ini. Semua pihak bisa berperan sesuai dengan fungsi masing-masing”, ungkap dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya ini.

Menurut Dokter Faridha, peran posyandu, posbindu, organisasi perempuan, RT/RW dan lembaga sosial kemasyarakatan sangat penting dalam pengendalian penyakit tidak menular. “Kita harapkan ada kader-kader di tiap tingkatan mulai dari dasawisma. Kalau penyakit menular kita bisa jelas memutus mata rantai virusnya. Akan tetapi, kalau penyakit tidak menular tentu jika tidak ditangani kerugiannya bisa sangat besar.

Dokter Dissie Arlini, Kepala Seksi Pencegahan Pengamatan dan Pemberantasan Penyakit Bidang P2PL Dinas Kesehatan Kota Blitar menaruh harapan peran partisipasi semua pihak dalam memberikan dukungan kepada program kesehatan ini. “Kita harapkan semua pihak dapat berperan karena dari data yang ada di Kota Blitar selama ini penyakit tidak menular trend nya menunjukkan peningkatan. Mari kita kembangkan pola hidup sehat, aktif berolahraga, menghindari stres, dan menjaga pola makan”, jelasnya

Selain perwakilan SKPD, turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut di antaranya perwakilan dari Dharma Wanita, Muslimat NU, Fatayat NU, Gerontologi, Bhayangkari, dan Persit. Tampak pula perwakilan dari Puskesmas se-Kota Blitar dan aktivis peduli kesehatan lainnya. Sebagai tindak lanjut komitmen Pemkot Blitar menangani penyakit tidak menular, hari ini (11/5) diselenggarakan seminar pengendalian penyakit tidak menular di Balaikota Koesoemo Wicitra. Adapun fokus pembahasannya adalah pengendalian hipertensi dan diabetes dengan menghadirkan Dokter spesialis penyakit dalam dan ahli gizi. (hms/adv/kan)

post-top-smn

Baca berita terkait