Friday, 4 December 2020

Kementerian ESDM Pastikan Masyarakat Tidak Mampu Dapat Subsidi Listrik

post-top-smn

subsidi listrik Surabaya, SMN – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan, masyarakat tidak mampu golongan pelanggan listrik rumah tangga 900 Volt Ampere (VA) tetap mendapatkan disubsidi per 1 Mei 2017.

Kementerian ESDM mencatat, saat ini ada 4,1 juta pelanggan listrik rumah tangga 900 VA yang tidak mampu, tidak mengalami kenaikan tarif dan tetap disubsidi, termasuk 27 juta pelanggan listrik rumah tangga 450 VA juga tidak mengalami kenaikan. Rumah tangga tidak mampu tersebut, menikmati tarif listrik bersubsidi dengan membayar sekitar Rp 605/kWh untuk golongan 900 VA dan Rp 415/kWh untuk golongan 450 VA.

“Pelanggan 450 VA dan 900 VA yang tidak mampu tetap menerima subsidi 100%. Yang dilakukan pemerintah saat ini adalah membuat subsidi listrik menjadi tepat sasaran, bukan menambah beban masyarakat. Subsidi hanya diberikan kepada masyarakat tidak mampu yang memang perlu dibantu,” ujar Kepala Biro Komunikasi Kementerian ESDM, Sujatmiko, melalui keterangan persnya, Selasa (1/5).

Anggaran subsidi listrik dalam APBN 2017 tetap dialokasikan. Anggaran tersebut telah mempertimbangkan skenario penyesuaian tarif listrik untuk golongan pelanggan rumah tangga 900 VA rumah tangga mampu.

Penerapan subsidi listrik tepat sasaran akan menghemat penggunaan anggaran negara, terutama subsidi energi. Kebutuhan subsidi listrik tahun 2017 dialokasikan sebesar Rp. 44,98 Triliun. Angka ini menurun dari kebutuhan subsidi listrik tahun 2016 yaitu sebesar Rp. 56,55 Triliun.

“Anggaran hasil penghematan subsidi listrik tepat sasaran akan memberikan ruang fiskal yang lebih leluasa bagi Pemerintah untuk melaksanakan program pembangunan di bidang kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur untuk pemerataan kesejahteraan rakyat,” jelas Sujatmiko.

Berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan hasil verifikasi PLN, hanya 4,1 juta pelanggan listrik rumah tangga 900 VA yang layak disubsidi. Sehingga terdapat sekitar 19 juta pelanggan dari total 23,1 juta pelanggan listrik rumah tangga 900 VA yang tidak layak disubsidi dan mengalami penyesuaian tarif.

Penyesuaian tarif listrik golongan rumah tangga 900 VA secara bertahap tiap 2 bulan menuju tarif keekonomian. Penyesuaian tarif listrik ini tercantum dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero).

Berdasarkan aturan tersebut, penyesuaian tarif akan terjadi pada 1 Januari 2017, 1 Maret 2017, dan 1 Mei 2017, dengan perubahan sekitar 30% pada setiap tahapnya. Tarif listrik rumah tangga 900 VA rumah tangga mampu per 1 Januari 2017 disesuaikan menjadi Rp 791/kWh. Kemudian pada 1 Maret 2017 disesuaikan lagi menjadi Rp 1.034/kWh. Terakhir pada 1 Mei 2017 disesuaikan lagi dari Rp 1.034/kWh menjadi Rp 1.352/kWh.

Berikut Daftar golongan pelanggan tarif listrik yang tidak naik :

R1 Rumah Tangga kecil di tegangan rendah, daya 1.300 VA

R1 Rumah Tangga kecil di tegangan rendah, daya 2.200 VA

R1 Rumah Tangga menengahdi tegangan rendah, daya 3.500-5.500 VA

R3 Rumah Tangga besar di tegangan rendah, daya 6.600 VA ke atas

B2 Bisnis menengah di tegangan rendah, daya 6.600 VA hingga 200 kVA

B3 Bisnis besar di tegangan rendah, daya di atas 200 kVA

P1 Kantor Pemerintah di tegangan rendah, daya 6600 VA hingga 200 kVA

I3 Industri menengah di tegangan menengah, daya di atas 200 kVA

I4 Industri besar di tegangan tinggi, daya 30 MVA ke atas

P2 Kantor Pemeritah di tegangan menengah, daya di atas 200 kVA

P3 Penerangan Jalan Umum di tegangan rendah.  (hjr/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait