Friday, 4 December 2020

Kemendagri Tertarik Pusyar Digagas Wali Kota

post-top-smn
Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus (kanan) menyerahkan cindera mata kepada Budi Lado, Ketua Tim dari Dirjen OTDA Kemendagri ketika belajar PUSYAR ke Kota Mojokerto.

Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus (kanan) menyerahkan cindera mata kepada Budi Lado, Ketua Tim dari Dirjen OTDA Kemendagri ketika belajar PUSYAR ke Kota Mojokerto.

Kota Mojokerto, SMN – Program Pembiayaan Usaha Syariah (Pusyar) yang digagas Wali Kota Mojokerto, Mas’ud Yunus terus menarik perhatian berbagai pihak. Setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan penghargaan kepada Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus sebagai penggagas Pusyar.

Kini giliran Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri yang memberikan apresiasi dengan datang ke Kota Mojokerto untuk belajar Pusyar.
Bertempat di Ruang Nusantara Pemkot  Mojokerto, rombongan diterima Wali Kota Mas’ud Yunus, Sekda Mas Agoes Nirbito, Asisten, Pengurus Baznas Kota Mojokerto, Diskoperindag, BPRS Kota Mojokerto, MES dan Kepala SKPD terkait.

Budi Lado, Ketua Tim dari Dirjen OTDA Kemendagri RI menyampaikan, Program Pusyar menjadi program yang menarik karena program ini terbukti mampu mensejahterakan masyarakat sebagai Pembiayaan UMKM Bersumber dari Dana Zakat dan Infak. Hanya di Kota Mojokerto yang kepala daerahnya mempunyai program yang cemerlang ini.

Budi mengaku datang dari Kemendagri ingin mengetahui lebih jauh program inovasi yang sangat bagus ini.  Program inovasi, menurut Budi, harus bermanfaat bagi masyarakat dan berkesinambungan.

”Ketika kita bebicara tentang inovasi berarti ada hal yang harus diberikan untuk mensejahterakan masyarakat. Wali Kota Mojokerto, Mas’ud Yunus d menjelaskan, dengan program Pusyar terbukti bisa mewujudkan perekonomian yang berkeadilan yang berbasis syariah. Sekarang pengusaha batik, pengusaha sepatu, pengusaha katering dan produk khas Kota Mojokerto dapat tumbuh dan Alhamdulillah pertumbuhan ekonominya inklusif,” terang Wali kota.

Dengan Pusyar, masyarakat Kota Mojokerto dapat mengakses permodalan tanpa bunga, tanpa biaya asuransi dan tanpa biaya administrasi. Dalam pelaksanaannya, BPRS Kota Mojokerto bertugas menyediakan dana pembiayaan dan melaksanakan proses administrasi.

”Penerima manfaat program Pusyar sangat diringankan. Karena Baznas Kota Mojokerto menanggung biaya asuransi, biaya administrasi dan margin atau bunga tersebut dari dana infaq,” jelas wali kota.

post-top-smn

Baca berita terkait