Tuesday, 1 December 2020

Kemarau Basah, PJT I Pastikan Sungai di Surabaya Aman

post-top-smn
Ilustrasi

Ilustrasi

Surabaya, SMN – Musim mekarau basah akibat La Nina berdampak pada tingginya curah hujan di sebagian wilayah Jawa Timur. Kendati demikian, Perum Jasa Tirta (PJT) I memastikan sungai di Surabaya dari tingkat elevasinya tetap aman dan tidak sampai terjadi luberan yang menyebabkan banjir.

“Walaupun sampai akhir tahun curah hujan masih memungkinkan terus terjadi, debit air di Kali Surabaya, Kali Mas, dan Kali Wonokromo tetap aman. Kami selalu memantau tinggi elevasi air dan potensi terjadi luberan air sungai saat hujan deras pun kami upayakan tidak sampai terjadi,” kata Kasubdiv DJA WS Brantas II/2 PJT I, Didik Ardianto, Selasa (18/10).

Ia menjelaskan, ada beberapa cara yang dilakukan PJT I dalam meminimalisasi banjir dari sungai. “Kami melakukan perawatan infrastruktur mulai dari pintu air dan mengoperasikan alat berat untuk pengerukan sedimentasi sungai.  Selain itu kami juga melakukan manajemen air saat debit tinggi,” katanya.

Manajemen air yang dimaksudkan yakni jika volume debit air tinggi di sisi hulu Sungai Brantas, maka pintu air di Mlirip Mojokerto yang mengarah ke Kali Surabaya akan ditutup dan air akan dibuang melalui floodway di Kali Porong. Pintu air di Gunungsari, Jagir, Wonokromo dan Gubeng juga akan diatur untuk menyesuaikan debit air agar tetap aman.

Dengan demikian, lanjut dia,  debit air yang masuk ke Kali Surabaya dan mengalir ke Kali Mas dan Kali Wonokromo tetap aman dan tisak sampai banjir. Namun, jelas dia, jika ada banjir di tengah kota lebih banyak disebabkan drainase yang tidak bisa mengalirkan air ke sungai. “Kalau air mudah masuk ke sungai, kami jamin Surabaya tidak sampai banjir,” tuturnya.

Didik menjelaskan, Kali Surabaya termasuk kategori Q50 atau debit rencana dengan kala ulang 50 tahun. Sedangkan Kali Mas kategori Q10. Artinya, kemungkinan terjadinya banjir di Kali Surabaya itu ada peluang setiap tahunnya. Jika Q50 berati Kali Surabaya berpotensi banjir 1/50 atau dua persen berpotensi banjir setiap tahunnya dan Kali mas Q10 yakni 1/10 atau 10 persen berpotensi banjir setiap tahunnya.

Namun terkait adanya banjir akibat luapan Kali Surabaya beberapa waktu lalu di Kecamatan Karangpilang Surabaya menuruntya bukan tanpa sebab. “Banjir Karangpilang itu menggenangi rumah warga yang memang berada di bantaran sungai yang seharusnya tidak boleh ada bangunan. Untuk itu, kami mendukung upaya Pemkot Surabay dan Pemprov Jatim dalam menertibkan bangunan liar di bantaran sungai agar tidak mengganggu fungsi sungai,” tukasnya. (afr/kom_jtm)

post-top-smn

Baca berita terkait