Saturday, 24 October 2020

Kelak, Perda Perpustakaan Diharapkan Picu Peningkatkan Minat Baca Masyarakat

post-top-smn
Ketua Pansus I DPRD Ngawi, Kuswandono

Ketua Pansus I DPRD Ngawi, Kuswandono

Ngawi, SMN – Pansus I DPRD Ngawi mulai sibuk membahas raperda yang diprediksi akan dapat diparipurnakan April mendatang. Pansus I ini akan membahas Ranperda Penyelenggaraan Perpustakaan, Penyelenggaraan Kearsipan dan Ranperda mengenai Pencabutan Perda tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan yang bersumber dari APBD dan Ranperda mengenai Pencabutan Perda tentang Kedudukan Keuangan Kepala Desa dan Perangkat Desa.

Ketua Pansus I DPRD Ngawi, Kuswandono menyatakan, beberapa bahasan raperda akan sangat sensitif termasuk menyangkut penyelenggaraan perpustakaan dan kearsiapan. “Ada beberapa cakupan yang harus diperhatikan dalam peningkatakan pelayanan perpustakaan dan kearsipan,” ungkap Kuswandono.

Politisi dari Partai Golkar ini menambahkan, ada banyak keprihatinan DPRD selama ini atas kondisi dan penyelenggaraan perpustakaan. Kedudukannya sebagai dinas skala B, tentu sudah layak untuk diperlakukan lebih baik, diperjuangkan sarana pra sarananya agar nyaman bagi pengunjung dan melengkapkan koleksi buku—bukunya. “Budaya membaca meningkatkan pengetahuan masyarakat, maka dengan adanya perda nanti kami harap akan meningkatkan minat baca masyarakat.”

Raperda Perpustakaan dan Kearsipan juga diharapkan akan menjadi salah satu sandaran aturan dalam penyelenggaraan perpustakaan di tingkat non dinas seperti perpustakaan masyarakat dan perpustakaan desa. “Saat ini setiap desa dipacu untuk menyelenggarakan perpustakaan desa, kami harap adanya perda juga akan mengayomi operasional dan pelayanan perpustakaan desa,” ungkapnya.

Dalam raperda tentang perpustakaan dan kearsipan ini juga akan membahsa mengenai kelengkapan, pelayanan, proyeksi kebutuhan dan fasilitas-fasilitas bagi pengunjung yang wajib dipenuhi oleh lembaga perpustakaan di Ngawi. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait