Saturday, 19 September 2020

Kejaksaan Tahan Dua Kades

post-top-smn
Ilustrasi

Ilustrasi

Ngawi, SMN Dalam tempo dua pekan, Kejaksaan Negeri Ngawi menahan dua kepala desa. Kepala desa yang ditahan adalah Suyanto Kepala Desa Baderan Kecamatan Geneng dan Marjati, Kepala Desa Kenongorejo Kecamatan Bringin.

Suyanto ditahan kejaksaan atas dugaan penyimpangan dalam tukar guling tanah kas desa untuk jalan tol dengan sangkaan merugian keuangan negara puluhan juta rupiah. Sementara Marjati, Kepala Desa Kenongorejo ditangkap berkaitan dengan kasus pembangunan talud dan jembatan dengan nilai kerugian mencapai Rp 275 juta.

Penangkapan Marjati sendiri merupakan penanganan kejaksaan atas dana P-APBD tahun 2013 untuk membangun talud dan jembatan. Diduga kuat, dalam pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan swakelola di desa ini, ada penyunatan volume sehingga negara dirugikan ratusan juta rupiah. Marjati (37), ditahan lantaran sudah memenuhi syarat objektif dan subjektif dalam pasal 21 KUHAP. “Marjati ditahan sejak 1 Februari 2016 karena dianggap berkasnya sudah lengkap,” kata Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Ngawi, I Ketut Suarbawa

Marjati ditahan setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan dan menjawab sekitar 10 pertanyaan. Dia ditahan di Lapas Lapas Klas II Ngawi sekitar pukul 13.15 WIB mendasar surat perintah penahanan nomer PRINT-02/O.5.33/Ft.1/02/2016. “Oknum Kepala desa ini diduga kuat, sudah melakukan penyimpangan penggunaan dana bantuan sarana dan pra sarana untuk kegiatan pembangunan jembatan dan talud, sesuai perhitungan BPKP Jawa Timur, ada kerugian negara sebesar Rp 275 juta,” ujarnya.

Kedua oknum kepala desa tersebut, saat ini sedang menanti masa sidang kasus mereka di PN Ngawi. Penahanan kedua kades ini menambah panjang deretan kepala desa yang harus terjerat kasus pidana korupsi karena salah menangani dana negara.

post-top-smn

Baca berita terkait