Saturday, 31 October 2020

Kedekatan Ulama dan Polri Harus Didukung Serta Disambut Positif

post-top-smn
Ketua DKW Garda Bangsa Jawa Timur, Ka'bil Mubarok

Ketua DKW Garda Bangsa Jawa Timur, Ka’bil Mubarok

Surabaya, SMN – Kedekatan ulama dengan polri harus ditanggapi dengan pikiran positif dan disambut dengan baik oleh masyarakat. Mengingat saat ini terjadi saling hujat di media sosial, dan media massa soal kedekatan Polri dengan ulama.

Jangan berpikir macam – macam soal kedekatan Polri dengan Ulama, karena langkah itu wajar. Tentunya, akan lebih baik jika semua elemen masyarakat ikut berperan positif,” tegas Ketua DKW Garda Bangsa Jawa Timur, Kabil Mubarok di Surabaya, Selasa (7/2) malam.

Ka’bil yang juga Wakil Ketua Komisi B ini, mengaku mendukung sepenuhnya langkah Polda Jatim dalam merangkul ulama untuk menjaga kondusifitas di Jatim. Mengingat di Jawa Timur terdapat ribuan pondok pesantrenyang tersebar di seluruh kota dan kabupaten. “Kami siap kawal  (Polri), apalagi ini menyangkut keutuhan NKRI dan Ulama. Jawa Timur harus aman, ” ungkap pria yang juga politisi asal Fraksi PKB Jatim.

Kata Kabil, Itikat baik Polri dalam menjaga kondusifitas dari upaya mengoyak NKRI harus didukung semua pihak. Garda Bangsa yang notabene dilahirkan oleh Kiai – Kiai dari Nahdlatul Ulama (NU).

Menurut Kabil, untuk menguatkan upaya Polri dalam mengamankan kondusifitas di Jawa Timur, seluruh anggota Komando Garda Bangsa (KGB) di 38 daerah siap dikerahkan. Mereka (KGB) akan melakukan koordinasi dengan jajaran kepolisian di masing – masing tingkatan. Terutama memetakan kondisi daerah yang rawan konflik sosial.  “Kita akan bergandengan dengan Polri untuk menjaga marwah ulama khususnya di Jatim, jangankan 24 jam, 30 jam pun kita siap,”ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin mengumpulkan dan merangkul para Kiai tersebut bertujuan pertama upaya menyiapkan dai MUI yang dididik untuk memberikan dakwah yang moderat, sejuk,dan menguatkan nasionalisme serta tidak provokatif. Kedua, upaya Polri sejalan dengan mempersiapkan pengurus-pengurus masjid agar memperkuat masjid dan mushola sehingga tidak dapat diambil alih oleh jamaah yang berpaham radikal.

Ketiga, Polda Jatim dan MUI sepakat  berkolaborasi dalam menguatkan umat melalui dakwah yang sejuk sekaligus membangun kesadaran hukum masyarakat. “Kami juga menjelaskan kepada rekan-rekan media bahwa pendataan terhadap ulama yang dilakukan oleh Polda Jatim adalah mendukung giat sillaturahmi yang akan kami lakukan ke para ulama dan tidak ada tujuan lain,” jelas Machfud Arifin, Minggu (5/2) malam.

Machfud menjelaskan, pihaknya juga berencana akan menyampaikan tiga hal penting yang telah dibahas dengan MUI kepada para ulama di Madura. “Setalah pertemuan dengan kiai di Jombang, akan ada pertemuan di Bangkalan. Kami akan sampaikan tiga hal pembahasan dengan Ketua MUI Jatim ini,”ujarnya. (pca/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait