Tuesday, 22 September 2020

Kasus Panwaslu Madiun, Polisi Kantongi Dua Calon Tersangka

post-top-smn
Kasat Reskrim Polresta Madiun

Kasat Reskrim Polresta Madiun

Madiun, SMN Kasus dugaan mark up Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dan kegiatan fiktif dari dana anggaran Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Kota Madiun pada saat pemilihan Walikota Madiun tahun 2013 lalu, yang saat ini tengah ditangani Satreskrim Polres Madiun Kota, dipastikan bakal memasuki tahap final.

Tim penyidik telah meyakini bahwa ada kerugian negara dalam kasus tersebut. Bahkan pihak Kepolisian juga sudah mengantongi dua nama calon tersangka, yang diketahui laki-laki dan perempuan.

“Panwaslu sudah tahap penyidikan. Indikasi kerugian negara sudah ada. Untuk penentuan tersangka pada tahap berikutnya. Kalau indikasi tersangka ada dua orang,”kata Kasat Reskrim, Polres Madiun Kota, AKP Masykur belum lama ini.

Saat ditanya kepastian besar kerugian negara yang diakibatkan oleh ulah nakal oknum Panwaslu tersebut, AKP Masykur enggan menentukan secara pasti. Namun menurutnya, kerugian negara ditaksir antara ratusan juta. “Yang jelas ratusan juta,”ujarnya.

Sekedar untuk diketahui, kasus dugaan korupsi di Panwaslu Kota Madiun ini sudah ditangani Polres Madiun Kota sejak tahun 2015 lalu. Kasus dugaan mark up ini pun menjadi atensi Kapolres Madiun Kota, AKBP Agus Yulianto ditahun 2016 ini. (sy)

post-top-smn

Baca berita terkait