Saturday, 8 May 2021

Kasi Pidsus Baru, Komitmen Tuntaskan Kasus Bansos Usulan DPRD

post-top-smn

Jember, SMN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember punya Kasi Pidana Khusus (Pidsus) yang baru, asli orang Jember, Propinsi Jawa Timur, bernama Herdian Rahardi.

Herdian Rahardi tersebut menggantikan Kasi Pidsus yang lama, Asih SH, yang pindah menjabat sebagai Kasi Teroris, di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Daerah Istimewa Yogjakarta.

Dalam sambutannya, Asih menyampaikan bahwa masih banyak pekerjaan yang belum dapat diselesaikan, diantaranya Kasus dugaan Korupsi Dana Hibah Bansos Ternak yang menyeret Ketua DPRD Jember Toif Zamroni.

“Sebelumnya saya sampaikan banyak ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu untuk penyelesaian sejumlah tugas-tugas berat selama ini,” katanya, kemarin siang.

Dirinya nuga mengaku kalau selama ini sangat terbantu oleh semua pihak, baik dari internal maupun ekternal. Disamping itu Asih juga minta maaf atas kesalahan dan kekhilafan.

“Dalam pelaksanaan tugas kami sangat terbantu oleh semua pihak baik temen kantor secara bersama membantu bahkan teman media yang selama ini mendukung penegakan hukum khususnya dibidang pidana korupsi,” bebernya.

Sementara itu, Kasi Pidsus yang baru, Herdian Rahardi menceritakan bahwa dinas petama dirinya tahun 2004 mengabdi menjadi tata usaha.

“Saya asli warga Jember, pertama bertugas di Kejari Jember bagian tata usaha, setelah itu bertugas di Liliba Nusa Tenggara Timur selama enam tahun lebih,” jelas Herdian.

Setelah ditetapkan menjadi Kasi Pidsus Kejari Jember, dirinya berkomitmen merampungkan dan menuntaskan kasus hibah bansos usulan DPRD.

“Sudah menjadi komitmen bersama bahwa kami akan memprioritaskan sejumlah perkara yang belum tuntas, secepat mungkin,” tegasnya.

Kepala Kejari Jember, Ponco Hartando mengapresiasi kinerja Kasi Pidsus yang lama, Asih. Atas keberhasilannya mengungkap kasus-kasus korupsi ini menjadikan Kejari Jember sebagai Kejaksaan terbaik.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari kepiawaian dan keuletan Bu Asih dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan,” ujarnya. (afu)

post-top-smn

Baca berita terkait