Wednesday, 21 October 2020

Kampoeng Turis Glondok Licin Jadi Idola Bule

post-top-smn
Keterangan : Foto Kepala Desa (Kades) bersama Guide pose di Mobil Tropper berada di Kampoeng Turis Dusun Glondok, Desa Licin.

Kepala Desa (Kades) bersama Guide pose di Mobil Tropper berada di Kampoeng Turis Dusun Glondok, Desa Licin.

“Wilayah Penyangga wisata menuju ke Kawah Ijen, Desa Licin miliki Homestay sebagai Jujugan untuk Tempat Istirahat sementara menjelang Blue Fire”

Banyuwangi, SMN – Tak ragu lagi, salahsatu Desa yang terdapat di Kecamatan Licin yakni, sebuah wilayah wisata percontohan yang terletak di Dusun Glondok, Desa / Kecamatan Licin yang berjarak 8 km dari arah Kota Banyuwangi. Sudah berjalan setahun ini sebuah tempat yang sederhana dan ramah akan tradisi khas masyarakat setempat menjadi idola bagi sejumlah Wisatawan Mancanegara (Wisman) Eropa atau biasa dikenal dengan sebutan turis atau “Bule” berkunjung kesana untuk beristirahat sementara.

Realita yang patut menjadi sebuah tempat percontohan dan bisa menjadi aset wisata tersebut disampaikan Kepala Desa (Kades) Licin, Akhmad Sugiyono ketika ditemui SMN berada di Kampoeng turis mengatakan, penataan yang sudah ia lakukan hingga saat ini untuk melakukan koordinasi bersama kesejumlah pemilik homestay, Guest House dan beberapa Guide dalam melakukan penataan kedepan demi terciptanya kesejahteraan hidup bagi masyarakat dan peningkatan infrastruktur sebagai penunjang kelancaran transportasi.

Menurutnya, sebuah bentuk dan langkah terobosan positif yang dilakukan warganya dinilai sangat luar biasa. Karena, selama ini mereka berusaha secara mandiri tanpa berharap dari uluran tangan Pemerintah Daerah (Pemda). Padahal, wilayah Licin merupakan sebagai Jantung Kota Desa penyangga wisata menuju ke Kawah Ijen yang sudah mendunia. Namun, masih terlewatkan oleh sebuah kebijakan dan aturan pemerintahan.

“Selama ini masih dilakukan oleh masyarakatnya sendiri, namun di Dusun Glondok sudah dikenal sejak lama dengan sebutan Kampoeng Turis. Warga Glondok yang ramah dan santun menjadikan Wisman / Bule betah tinggal untuk sementara waktu berada di Homestay dan Guest House milik warga setempat,” Ungkapnya.

Disisilain, fasilitas yang serba terbatas dan sajian khas menu tradisional oleh warga menjadikan ciri khas tersendiri bagi bule yang berkunjung di Dusun Glondok Rt.001/ Rw.001 Desa Licin. Mengenai penginapan disana bisa dikatakan paling termurah bila dibandingkan dengan Homestay atau Guest House yang ada di sejumlah tempat wisata lainnya.

Disini, rata – rata tarifnya hanya berkisar sebesar Rp 100 ribu dalam sehari. Mengenai menu makanan yang disajikan khas asli pedesaan. Sehingga, menjadikan semua Bule yang berkunjung menjadi lebih betah hingga berhari – hari untuk bertempat tinggal sementara sambil menikmati panorama keindahan wisata Banyuwangi.

“Siapapun bisa datang langsung kesana, Kawah Ijen Guest House, Ijen Inn, Ijen Minner, Kawah Ijen Home Stay, Traditional Belagein dan Ijen Adventure Inn akan selalu siap memberikan pelayanan bagi kesemua pengunjung. Kedepan, Kampoeng Turis akan menjadi Icon Licin yang mendunia,” Harapnya.(Edhi Prasetyo)

post-top-smn

Baca berita terkait