Sunday, 29 November 2020

Jumlah Warga Buta Aksara Sebanyak 3000 Warga, Dispendik Akan Tuntaskan Tahun 2017 Ini

post-top-smn

2017-04-18_10.09.06

Pasuruan, SMN – Selain Progam Keaksaraan Fungsional (KF), Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan berupaya menekan angka buta huruf melalui pengembangan keaksaraan usaha mandiri (KUM) dan kewirausahaan.

Iswahyudi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan menjelaskan, tahun 2017 ini sekitar 15.000 warga belajar yang sudah lulus mengikuti keaksaraan dasar atau yang bisa baca tulis peserta akan diajak untuk mengikuti progam KUM.

Dan anggarannya pun sudah disiapkan, yaitu sebesar Rp 6,900 Milyar yang akan nantinya diperuntukkan oleh 15.00 orang dari 1500 kelompok warga belajar, dari masing-masing kelompok akan mendapatkan dana sebesar Rp 4 juta – Rp 6 juta.

“Kita siapkan anggarannya dari dana APBD Kabupaten Pasuruan tahun 2017.
Untuk di setiap kelompok berjumlah 10 orang, dan untuk progam ini kita akan dampingi terus dalam pelaksanaannya,” jelas Iswahyudi di, Rabu (05/04/2017) lalu.

Selama program berlangsung berjalan, Dispendik akan melakukan pelestarian atau pemeliharaan kemampuan keaksaraan dasar sekaligus diberikan pendidikan kecakapan hidup, baik soft-skill berupa sikap dan karakter maupun hard-skill dalam bentuk keterampilan vokasional.

Salah satu bentuk real action langkah konkritnya adalah mulai dari awal pembelajaran, praktek sampai dengan evaluasi.

“Jadi para warga belajar kita berikan modal keterampilan seperti cara membuat kue atau jajanan.

Kalau sudah bisa, kita arahkan mereka untuk belajar menjual atau menjadi pengusaha kecil-kecilan, mereka juga harus terus mengasah dan belajar untuk kemampuan baca tulis,” imbuhnya.

Menurut dia, melalui program lanjutan pasca keaksaraan dasar, banyak warga belajar dan akhirnya bisa memiliki keterampilan juga mampu memiliki usaha, baik secara pribadi maupun kelompok (kelompok belajar usaha), sehingga warga akan lebih sejahtera.

“Untuk progam tersebut tidak semudah yang kita bayangkan, kita harus ada kerja sama kepada semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, lembaga penyelenggara pendidikan keaksaraan, para tutor dan juga warga belajar serta fasilitas pendukung,” ujarnya.

Sementara itu, sampai tahun ini, untuk jumlah warga buta aksara di Kabupaten Pasuruan masih mencapai 3000 orang. Jelas Iswahyudi, dan untuk ke-3000 warga buta aksara akan kami tuntaskan pada tahun ini melalui program KF.

Harapannya, tidak ada lagi masyarakat yang masih belum mengenal dunia baca tulis. “Tapi kami tetap menghimbau kepada seluruh warga belajar yang sudah bisa baca tulis, kemudian bukan lepas begitu saja. Tapi harus terus berlatih supaya tidak lupa,” pungkasnya. (Pur)

post-top-smn

Baca berita terkait