Wednesday, 23 September 2020

Jatimnomics Kembali Peroleh Apresiasi

post-top-smn
Gubernur Jatim Pakde Karwo menerima penghargaan Kepala Daerah Inovatif 2016 yang diserahkan secara langsung oleh Mendagri Tjahjo Kumolo

Gubernur Jatim Pakde Karwo menerima penghargaan Kepala Daerah Inovatif 2016 yang diserahkan secara langsung oleh Mendagri Tjahjo Kumolo

Surabaya, SMN – Konsep Jatimnomics yang digagas Gubernur Jawa Timur Dr. H Soekarwo kembali diapresiasi pihak lain. Atas gagasannya tersebut Soekarwo dinobatkan sebagai Kepala Daerah Inovatif 2016 pada kategori pembangunan ekonomi oleh salah satu grup media terbesar di Indonesia bertempat di Intercontinental Hotel, Dago Pakar, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (11/8) malam.

Penghargaan sebagai kepala daerah inovatif tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia Tjahjo Kumolo pada acara Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2016 dengan mengambil tema “Daerah Inovatif Sebagai Pilar Ekonomi Nasional’. Selain Jatim, ada lima provinsi lain yang memperoleh penghargaan serupa namun pada kategori yang lain, yakni Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Banten, dan Maluku.

Berdasar evaluasi pihak penyelenggara, Jatimnomics dinilai mampu mengungkit pembangunan ekonomi masyarakat Jatim. Bahkan implementasi Jatimnomics bisa menjadikan Jatim selalu unggul dan di atas rata-rata nasional dalam hal pertumbuhan ekonominya.

Jatimnomics dinilai moncer di tengah lesunya kondisi perekonomian pada beberapa tahun belakangan ini. Jatimnomics juga mampu menyentuh pertanian dan peternakan melalui berbagai program. Diantaranya dengan melakukan pendampingan hingga ke petani yang ada di daerah.

Kelebihan lainnya, Jatimnomics juga sangat efektif dalam hal inovasi pelayanan publik. Salah satunya, yakni Pelayanan Perizinan Terpadu (P2T) yang prosesnya satu pintu dan dipadu dengan pemangkasan rantai birokrasi. Bila ditambah dengan tersedianya surplus ketersediaan listrik dan lahan, bisa dipastikan Jatim menjadi primadona sasaran investor sebagai lokasi penanaman modal.

Kepemimpinan pria yang lekat dengan sapaan Pakde Karwo itu juga dinilai berhasil membuktikan diri dan mampu menginovasi program daerah yang didukung oleh kemampuan manajerial, kepemimpinan berkualitas. Selain itu, ia dinilai visioner, mampu mewujudkan harapan masyarakat serta cepat merespon tantangan zaman baik dalam skala nasional, regional maupun global.

Saat diwawancarai pers seusai acara, Pakde Karwo berharap KDI 2016 dapat menjadi penyemangat bagi para kepala daerah dalam mempertahankan prestasi. Harapan lain, yakni dapat memicu kepala daerah lain agar membuat terobosan dan inovasi cerdas dalam memajukan wilayah yang dipimpinnya.

Pada penyelenggaraan KDI tahun 2016, beberapa bupati/walikota di Jawa Timur juga memperoleh penghargaan. Diantaranya Bupati Pasuruan (kategori Ekonomi Kreatif), Gresik (Kategori Investasi dan Industrialisasi, Banyuwangi (pengembangan ekonomi pariwisata), Tulungagung (pelayanan kesehatan). Lainnya, Walikota Surabaya (kategori penataan lingkungan kota), Walikota Mojokerto (kategori pendidikan) dan Walikota Kediri (kategori pemberdataan masyarakat).

Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan, bahwa daerah harus terus berinovasi dan mengembangkan potensinya. Sekecil apapun inovasi yang dilakukan akan membawa dampak besar jika dilakukan secara konsisten. Inovasi tersebut jika berjalan dengan baik akan memperkuat konektivitas antar daerah yang menghubungkan antara satu daerah ke daerah lain yang ada di Indonesia.

“Saya kira, poros-poros pembangunan di seluruh wilayah di Indonesia akan bisa terangkat dengan baik apabila semua daerah memiliki basis yang kuat dalam berinovasi,” ungkapnya.

Mendagri menegaskan, bahwa Presiden telah meminta kepada pemerintah daerah untuk mereformasi birokrasi aturan aturan yang berkaitan dengan investasi. Tujuan dari reformasi birokrasi tersebut adalah memudahkan investor dalam menanamkan modalnya di daerah. “Selamat bagi kepala daerah yang mendapat penghargaan, semoga ini menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia,” tegasnya.

Menteri PDT dan Transmigrasi Eko Putro Sanjoyo mengatakan, kegiatan ini akan merangsang bagi daerah lain yang ada di Indonesia yang belum memiliki inovasi untuk berpacu meningkatkan potensi daerahnya.

Kemendes dan PDT akan memfokuskan pemanfaatan dana desa bisa langsung dinikmati bagi kemajuan desa. Dana desa juga harus mampu menjadi titik balik pembangunan desa yang berkelanjutan. Maka kami, berharap dukungan dari kepala daerah untuk bersama-sama mengawal dana desa dan memanfaatkannya secara produktif. (*)

post-top-smn

Baca berita terkait