Friday, 27 November 2020

Jatim Target Raih Anugerah Parahita Ekapraya Ke-10

post-top-smn
Gubernur Jatim, H Soekarwo

Gubernur Jatim, H Soekarwo

Surabaya, SMN – Pemprov Jawa Timur telah sembilan kali berturut-turut meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) dari pemerintah pusat. Tahun ini, Pemprov Jatim kembali membidik penghargaan serupa ke-10 kalinya sebagai kategori Mentor.

“Kami berkomitmen menangani permasalahan dan kesenjangan yang dialami oleh laki-laki, perempuan, dewasa maupun anak-anak serta kelompok diffable. Dalam penerimaan manfaat pembangunan daerah dengan mengintegrasikan gender ke dalam kebijakan dan program mulai proses perencanaan dan penganggaran. Diharapkan menghasilkan percepatan penanganan kesenjangan dari seluruh sektor pembangunan,” kata Gubernur Jatim, H Soekarwo, Selasa (11/10).

Untuk integrasi gender dalam kebijakan telah tertuang dalam RPJMD Provinsi Jawa Timur pada Visi, Misi, Strategi Utama, Indikator Kinerja dan Program-program Prioritas. Visi misi tersebut terangkum dalam tiga Strategi Umum. Ketiganya yakni, pembangunan berkelanjutan yang berpusat pada rakyat, pembangunan inklusif dan partisipatoris dengan kebijakan pro poor dan  pro growth, serta pengarusutamaan gender.

Menurutnya, ketiga strategi umum tersebut digunakan sebagai dasar pembuatan RPJMD Provinsi Tahun 2014-2019 sebagai pedoman dasar pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan di tahun yang sama. Pihaknya pun melakukan 19 inovasi untuk bisa kembali menyabet penghargaa APE ke-10.

Adapun 19 inovasi yang dilakukan selama 2015-2016 ditujukan untuk mengatasi kesenjangan di Jawa Timur. Misalnya dari Bappeda Jatim melakukan pencentangan pada program yang mendukung program prioritas untuk dilakukan analisa gender guna memberikan dampak efektifitas intervensi, efiensi anggaran dan ketepatan sasaran program.

Inovasi dari BPKAD yakni Laboratorium Pengelolaan Keuangan Daerah, yang dikenal dengan jargon Ini Lo Pakde. BPBD membuat Inovasi dengan membuat Desa Tangguh Tahap Bencana dengan SOP dalam penanganan korban bencana yang fokus pada pemilahan data perempuan dan laki-laki maupun diffable.

Pada BPPKB melakukan inovasi kegiatan Keluarga Bina Setara, sebuah model pembinaan untuk menimbulkan rasa saling hormat dan menghargai di antara anggota keluarga. Diharapkan dengan itu dapat menurunkan angka KDRT, utamanya yang dialami oleh perempuan dan anak.

Inovasi Dinas Pendapatan Daerah merespon kebutuhan lansia dalam mengatasi kendala pelayanan dengan layanan Loket Khusus Pembayaran Pajak bagi Lansia, Ibu Hamil dan Diffable. Dispora melakukan inovasi yang merespon kelompok diffable memberi kesempatan berpartisipasi pada Kejuaraan Paralympian Games Provinsi dan pemanduan bakat bagi lansia maupun atlit diffable.

Baperpusarsip melakukan inovasi dengan merespon kebutuhan anak, yaitu melakukan dropping Buku Bacaan Anak dan Buku Kesehatan ke Posyandu untuk mendukung pemenuhan hak anak dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Menggelar pula inovasi Parade Baca untuk gerakan serentak membacakan cerita bagi anak sebelum tidur.

Dinas Koperasi dan UMKM mengembangkan Koperasi Perempuan ke seluruh desa di Jawa Timur. Selain dikembangkan pula Jatimnomics sebagai solusi menghadapi ekonomi global dan Klinik UMKM Jatim yang merupakan model solusi nasional pada pemberdayaan Koperasi dan UMKM.

Bapemas membuat inovasi pada pengembangan lembaga ekonomi masyarakat, yaitu Jalinmatra (Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera). Disnakertransduk membuat inovasi Jatim Promag (Jatim Pro Magang Kerja) sebagai inovasi dalam peningkatan kualitas dan produktifitas tenaga kerja kerja dalam negeri.

Dishub dan LLAJ membentuk inovasi Pelajar Pelopor Tertib Lalu Lintas dan Sinta (Sistim Inter-operabilitas database Jembatan timbang dengan UPKB). Biro Hukum Jatim merespon kebijakan pemerintah pusat dengan melakukan review regulasi dengan melakukan pembatalan Perda sejumlah 148 Perda.

Dinas Perikanan dan Kelautan membuat inovasi pada pemenuhan kebutuhan untuk hidup sehat yaitu Gemar Makan Ikan, Dinas Kominfo membuat inovasi Melek IT GAUL Informasi yang meningkatkan teknologi informasi dan komunikasi, utamanya bagi kaum perempuan.

Dinas Sosial membuat Inovasi Silontar (Sistim Aplikasi Orang Terlantar) dan ATM (Administrasi Terpadu Manajemen) Pasung. Selain itu digelar pula Sekolah Ramah Anak pada Hari Anak Nasional 2015 serta Puskesmas Ramah Anak pada Hari Kesehatan Nasional 2015.

Kepala BPPKB Jatim, Lies Idawati menjelaskan, guna mencapai tagert penghargaan APE ke-10 tersebut, pihaknya menggelar rapat koordinasi dengan seluruh SKPD Provinsi Jatim terkait. “Ini kami evaluasi dan memberikan informasi detail terkait program responsif gender dan perlindungan anak di lingkungan SKPD Jatim. Dengan informasi yang detil diharapkan bisa melengkapi laporan Pemprov Jatim pada tim penilai dari pusat,” jelasnya. (afr/kom_jtm)

post-top-smn

Baca berita terkait