Thursday, 29 October 2020

Jangkau Daerah Terluar, Jatim Kirim Dokter Ke Pulau Bawean

post-top-smn

dokter Surabaya, SMN –  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) berkomitmen untuk memberikan layanan kesehatan optimal pada seluruh masyarakat. Dalam waktu dekat, Dinkes akan mengirim dokter ke Pulau Bawean, Kabupaten Gresik untuk menjangkau daerah terluar.

Kepala Dinkes Jatim, Kohar Hari Santoso mengatakan dokter-dokter yang akan dikirim adalah dokter spesialis dan dokter yang akan lulus dari pendidikan. Terkait jumlah dan spesifikasi keahlian, nantinya disesuaikan dengan kebutuhan.

“Salah satu upaya pemerataan layanan kesehatan adalah pengiriman dokter ke daerah terluar. Kami sedang fokus mempersiapkan pengiriman dokter ke Pulau Bawean, Rumah Sakit disana membutuhkan tenaga dokter,” tutur Kohar, Senin (6/3).

Rumah Sakit yang dimaksud Kadinkes adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umar Mas’ud di Kecamatan Sangkapura Pulau Bawean Gresik. RSUD tersebut diresmikan pertama kali pada 2014 lalu, dibangun di bekas Puskesmas Sangkapura dengan anggaran APBD 2013 sebesar Rp 25,5 miliar dan merupakan rumah sakit terbesar pertama yang dibangun di Bawean.

Lebih lanjut, Kohar mengungkapkan, pihaknya bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk terus meningkatkan layanan kesehatan melalui penyediaan sarana teknologi kesehatan. “Kita semua berharap ikhtiar ini bisa mambantu masyarakat. Kesadaran akan pentingnya hidup sehat juga semakin baik,” ungkapnya.

Percepatan pembangunan kesehatan di Jatim, tambahnya, juga ditercermin melalui sejumlah program diantaranya peningkatan kualitas Ponkesdes, pengembangan taman Posyandu, pendampingan Bumil resiko tinggi, percepatan elimisai kasus kusta, pengendalian HIV/AIDS dan pengendalian penyakit TB.

Upaya peningkatan kompetensi dokter dilakukan melalui Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI). Program yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini memberikan kesempatan pada lulusan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter untuk mengikuti pemagangan di Fasilitas Kesehatan (Faskes).

Tahun ini, sebanyak 664 dokter internsip akan difasilitasi oleh Dinkes Jatim untuk menempati beberapa Faskes. Diantaranya 38 rumah sakit, terdiri dari 11 rumah sakit pemerintah, 6 rumah sakit BUMN, 4 rumah sakit TNI/Polri, 17 rumah sakit swasta serta 38 Puksesmas yang tersebar di beberapa kabupaten/kota.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Djuwita F Moeloek mengajak para lulusan kedokteran untuk mengabdi di berbagai daerah di Indonesia, terutama di daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T) guna meningkatkan pemerataan layanan kesehatan di seluruh wilayah Nusantara.

“Untuk meningkatkan pemerataan layanan kesehatan di seluruh pelosok Tanah Air itu melalui program Nusantara Sehat. Para lulusan jurusan kedokteran kami ajak untuk mengabdikan diri dulu di daerah 3T,” kata Menkes di Universitas Brawijaya (UB) Malang, beberapa waktu lalu.

Ia menyebut saat ini sudah banyak yang mendaftar untuk mengabdikan diri di wilayah 3T. Sudah ada sekitar 7-11 ribu tenaga ahli kesehatan. Namun, untuk tenaga dokter jumlahnya masih sangat minim jika dibandingkan dengan perawat dan lainnya. (luk/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait