Sunday, 20 September 2020

Jaga Stabilitas Keamanan, Polda Jatim Gelar Saresahan Bareng Media

post-top-smn
Kapolda Jatim, Irjen Pol Anton Setiadji

Kapolda Jatim, Irjen Pol Anton Setiadji

Surabaya, SMN – Guna menjaga kondisi stabiltas keamanan di Jatim tetap kondusif dan aman. Kepolisian Daerah (polda) Jawa Timur menggelar saresahan kemitraan dengan awak media atau wartawan di Jatim. Acara  tersebut digelar di Hotel Singgasana Surabaya, Selasa (18/10) yang dibuka langsung oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol Anton Setiadji.

Hadir dalam kegiatan tersebut, pejabat Polda Jatim, Kapolres, Kasubaghumas Polres dan puluhan awak media ini juga dihadiri oleh  Ketua PWI Jatim Ahmad Munir, Ketua PWI Pusat Margiono, perwakilan Dewan Pers Jimmy Silalahi dan Pengamat Media Aqua Dwipayana turut hadir sebagai pemateri.

Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadji mengakui, insan pers sangat membantu polisi. Makanya para Kapolres harus menjaga harmonisasi dengan awak media. Karena informasi yang dimiliki wartawan terkadang lebih banyak dibanding yang dikantongi aparat.”Media bisa membentuk opini. Kekuatan tersebut bisa dimanfaatkan secara positif untuk menciptakan masyarakat yang madani dan kondusif,” paparnya.

Kapolda Jatim juga mengakui jika polisi tidak bisa melakukan pengamanan jurnalis saat melakukan peliputan aksi anarkistis. Sebab itu, awak media diminta bisa menjaga dirinya saat melakukan tugas jurnalistik ketika terjadi konflik.

“Sarasehan ini tepat untuk menjaga sinertigas polisi dan media. Kedepan harus ditingkatkan karena polisi akan terus meningkatkan kinerja aparat. Wartawan harus tetap mengedepankan berita yang berimbang sehingga kepercayaan masyakarat terhadap polisi meningkat. Jurnalis harus bisa menjembatani konflik dan menjaga stalibitas kamtibmas,” tegasnya.

Sementara itu Ketua PWI Jatim, Achmad Munir mengatakan kegiatan ini yang pertama sejak dirinya menjadi ketua PWI Jatim. Sinergi antara polisi dengan media sangat baik. Apalagi Kapolda Jatim sering nongkrong di warung kopi sehingga mengalahkan insan media. Fungsi egaliter Kapolda Jatim dengan jajarannya sangat membantu media dalam mencari narasumber berita kamtibmas yang kompeten.

“Kesenangan bagi kami menulis tentang keberhasilan dan pengungkapan kamtibmas dalam masyakarat. Polisi jangan alergi dengan wartawan ketika diwawancara meski jam dua malam. Wartawan butuh informasi yang menjadi harapan semua pihak,” harapnya.

Munir menambahkan, pers tidak boleh mempelitir berita. Ketegasan dalam menulis harus dikedepankan sehingga berita yang ditulis akurat. Jika ragu-ragu, wartawan harus menanyakan kepada sumber berita sehingga jelas. “Ada 800 wartawan di Jatim yang lolos uji kompetensi. PWI sudah menggelar 16 angkatan dan menjadi uji kompetensi terbanyak di Indonesia. Bekerjalah dengan baik dan benar sehingga bermanfaat bersama jajaran polri dalam menjaga kamtibmas,”imbuhnya. (pca/kom_jtm)

post-top-smn

Baca berita terkait