Wednesday, 30 September 2020

Isro Mi’roj Menuju Kesalehan Sosial

post-top-smn
Bupati berharap momen ini bisa jadi semangat untuk meningkatkan kesalehan social

Bupati berharap momen ini bisa jadi semangat untuk meningkatkan kesalehan social

Kediri, SMN – Pemkab Kediri gelar peringatan Isro Mi’roj di Gedung Bagawanta Bhari Senin pagi (9/5). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh PNS di lingkungan Pemkab Kediri. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Kediri, Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri dan para pejabat di lingkungan Pemkab Kediri serta bertindak sebagai pembicara adalah KH. Asfiya’ Hamidah.

Bupati Kediri, Haryanti Sutrisno dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj ini diharapkan dapat berimplikasi terhadap terbangunnya sikap dan perilaku kesalehan sosial bagi aparatur pemerintah, khusususnya dalam lingkup kepemerintahan daerah.

“Bila kita maknai secara lebih mendalam, maka kata Mi’raj ini sesungguhnya mengingatkan kita untuk melakukan hijrah rohani bukan hanya dalam masalah keagamaan akan tetapi juga dalam konteks pelaksanaan tugas dan kewajiban kita selaku aparatur pemerintah daerah dan pelayan masyarakat. Dalam hal ini, keluhuran pribadi Nabi Besar Muhammad SAW, yang senantiasa penuh keikhlasan, ketulusan, tanggung jawab serta komitmen tinggi terhadap segala titah sang khalik yang dibebankan kepadanya selaku Rasul dan pemimpin ummat, hendaknya kita jadikan suri tauladan”, pesannnya.

Kyai Asfiya kembali mengingatkan urgensi solat sebagai tiang agama

Kyai Asfiya kembali mengingatkan urgensi solat sebagai tiang agama

Sementara itu dalam tausiyahnya  KH. Asfiya’ Hamidah menyampaikan Isra merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha. Sedangkan Mi’raj merupakan perjalanan Nabi dari bumi naik ke langit ketujuh dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah Allah SWT menjalankan shalat lima waktu dalam sehari semalam. Shalat 5 waktu merupakan ibadah yang Allah SWT syariatkan kepada Nabi Muhammad secara langsung tanpa adanya perantara malaikat, berbeda halnya dengan kewajiiban lainnya yang disampaikan melalui perantara Malaikat. Dari sini bisa disimpulkan bahwa memang Shalat merupakan ibadah yg sangat penting, hingga Allah menyampaikan sendiri kepada Nabi Muhammad”, ungkap KH. Asfiya’ Hamidah.

Asfiya’ Hamidah juga menjelaskan, bahwasanya ibadah sholat yang bermakna bisa mencegah kemungkaran adalah dengan melihat substansi sholat yaitu mengingat Allah. Ketika kita senantiasa mengingat Allah maka sholat kita dapat mencegah kita dari berbuat keji dan kemungkaran. Siapa yang mengingat Allah dia terpelihara dari kedurhakaan, dosa dan ketidakwajaran dan sesesungguhnya mengingat Allah, yakni sholat adalah lebih besar keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain. Allah senantiasa mengetahui apa yang kita semua kerjakan entah tersembunyi maupun terang-terangan”, jelasnya. (hms/adv/kan)

post-top-smn

Baca berita terkait