HomeJAWA BARATCIBINONGIni Kata Neneng: H. Tommy Soeharto, Tetap Konsisten Memimpin Partai Berkarya

Ini Kata Neneng: H. Tommy Soeharto, Tetap Konsisten Memimpin Partai Berkarya

Neneng A. Tutty, SH Salah Satu Pendiri dan Mantan Ketua Umum Partai Berkarya dan sekarang duduk sebagai bendahata umum

Cibinong, SMN – Beredarnya isu pemberitaa di Media terkait percepatan Munaslu Partai Berkarya Pimpina Bp. H. Tommy Soeharto Putra Presiden RI ke 2 Jendral Soeharto. Mantan Ketua umum Partai berkarya NENENG A. TUTTY,SH angkat bicara adanya isu yang berkembang di kalangan pengurus secara khusus di kalangan masyarakat luas dengan adanya pemberitaan tersebut. Hal ini di ungkapkan Neneng kepada Pers suara Media Nasional melalui sambungan telp. 30/3/2020.

Neneng sala satu pendiri partai berkarya menegaskan bahwa partai yang dikondani Bp. Tommy Soeharto sudah bekerja semaksimal mungkin, walaupun perolehan suara yang dirai tidak masuk ke tingkat Nasional karena tidak memenuhi ambang batas yang di tentukan yaitu 4%, dimana partai berkarya hanya berhasil memperoleh suara nasional 2,9% atau 2.902. 495 suara, perolehan suara yang diraih Partai Berkarya masih mengungguli beberapa partai yang ikut dalam Pileg 2019 bahkan ada partai lama dibawah prentase Partai Berkarya, tentu ini sudah menjadi modal besar bagi Partai, belum lagi di tingkat daerah kursi perolehan Partai Berkarya ada di setiap daerah. Kendati demikian desakan para pengurus pusat untuk mengakomodir masukan-masukan untuk memperbaiki kinerja partai itu adalah hal yang baik namun rencana itu tidak ada hubungannya dengan Munaslub, karenanya menyikapi desakan itu Ketua Umum H. Tommy Soeharto berencana mengumpulkan Pengurus Partai untuk membahas rencana strategis partai dalam menghadapi Pilkada Serentak di 2020. Bendahara umum Partai Berkarya menegaskan bahwa tidak ada perpecahan dalam Partai Berkarya.

“itu tidak benar, tidak ada perpecahan di internal Partai, Bp. H. Tommy Soeharto tetap berkomitmen dan konsisten membesarkan Partai Berkarya,” tegas pendiri partai berkarya.

Lebih lanjut Neneng menjelaskan bahwa Partai Berkarya juga ikut mengusung beberapa calon kepala daerah serentak, ini menunjukkan bahwa kibra Partai Berkarya Pimpinan Tommy Soeharto sudah memiliki basis di daerah, karena itu hal yang penting dilakukan adalah bagaimana memperbaiki sistem kinerja Partai yang Solid agar personil yang ada dalam kepengurusan partai dapat bekerjasama secara gotong royong membesarkan partai tanpa saling melemahkan.

“Seharusnya semua pengurus harus bekerjasama membenahi kekurangan-kekurangan yang ada dalam Partai tanpa harus menyalahkan karena masing-masing pengurus sudah diberi tugas tanggungjawab sesuai topoksinya,” ungkap bendahara umum Partai Berkarya.

Kibra bu Neneg dalam kanca politik, khususnya di Partai Berkarya adalah patut diperhitungkan sehingga wajar jikalau beliau ikut berkomentar berihal isu-isu miring yang berkembang melalui pemberitaan di media adanya desakan untuk munaslub. Sikap ini dinilai Neneng terlalu dibesar-besarkan oleh karena hastrat politik orang-orang tertentu, Neneng menyebutkan bahwa tidak ada perpecahan dalam partai berkarya semua berjalan lancar, seruan munaslub itu harus sesuai prosedur yang sudah diatur dalam anggaran dasar dan anggaran Rumah Tangga Partai (AD/ART).

“Sampai saat ini ketua umum Partai berkarya adalah H.Hutomo Mandala Putra, tidak benar kalau beliau tidak lagi ingin menahkodai Partai Berkarya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Neneng menjelaskan bahwa desakan untuk melaksanakan Munaslub belum ada dalam agenda partai kecuali Rapimnas atau musyawara untuk mempersiapkan para kader Partai Berkarya untuk ikut bertarung memperebutkan kursi pimpinan kepala daerah, Neneng juga mengajak pengurus lain duduk bersama memikirkan dan membesarkan Partai.

“Ya fokus kita saat ini adalah bagaiamana mengkonsolidasikan dan mempersiapkan para kader-kader yang ada di daerah dapat berkompetisi pada pilkada serentak pada pencalonan kepala daerah tahun 2020, kami mengajak semua Pengurus pusat duduk bersama membicarakan persoalan-persoalan internal demi membesarkan partai untuk lebih maju untuk kepentingan Negara dan rakyat Indonesia,” pintanya.

Perolehan suara di tingkat daerah, menutrut mantan ketua umum partai berkarya mengklaim puas apa yang dicapai di daerah-daerah.

“Perolehan suara nasional partai berkarya memang hanya 2,9 persen nanum untuk tingkat daerah perolehan suara PARTAI BERKARYA di semua daerah bisa dikatakan cukup memuaskan bahkan di beberapa daerah kader PARTAI BERKARYA bisa jadi anggota legislative,” beber pendiri Asosiasi Jurnalis Warga Indonesia.

Dikutip dari halaman website Partai Berkarya kita akan melihat bagaimana sejara Partai Berkarya ini ikut berkibra dalam dunia politik indonesia, dalam sejarah itu diketahui bahwa lahirnya Partai Berkarya tidak terlepas dari sosok wanita hebat Ibu Neneng selaku pendiri Partai Nasional Republik (Nasrep) yang kemudian diakuisisi menjadi Partai Berkarya dengan adanya gabungan dari dua partai yakni Partai Nasional Republik (NASREP) dan Partai Beringin Karya yang kemudian diakuisisi menjadi Partai Berkarya setelah adanya pertimbangan kedua partai tersebut, sebagaimana data yang dikutip Pers Suara Media Nasional (SMN) pada halaman WebSite Partai berkarya terkait sejarah Partai Berkarya.

“PARTAI BERKARYA adalah sebuah partai politik yang merupakan fusi dari 2 (dua) buah partai politik Partai Beringin Karya (BK) & Partai Nasional Republik (NASREP). Didirikan pada tanggal 15 Juli 2016, dan mendapatkan legitimasi hukum dan sah sebagai partai politik di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 2016 dengan dikeluarkannya SK Menkumham No. M.HH-21.AH.11.01 Tahun 2016. Pada tanggal 9 Februari 2018, setelah melalui rangkaian panjang Verifikasi Partai Politik sejak 2017, PARTAI BERKARYA ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia sebagai satu dari 4 (empat) partai baru, atau satu dari 16 (enam belas) partai politik yang berhak mengikuti PEMILU LEGISLATIF 2019.”

Neneng juga menceritakan bagaimana peran Bp. H. Tommy Soeharto dalam menghadirkan Partai Berkarya di tengah perpolitikan bangsa indonesia, Neneng berharap melalui Partai Berkarya dapat melanjutkan cita-cita perjuangan luhur mendiang Bapak Jendral Soeharto, Presiden RI ke dua dengan sebuah keberhasilan dalam membangun melalui konsep “Trilogi Pembangunan” yang akan terus di kenang masyarakat dengan jasa-jasanya seperti halnya berorbitnya satelit palapa yang diluncurkan pada tanggal 8 Juli 1976 yang dirancang oleh Presiden Soeharto pada repelita II dan pembangunan lainnya, sehingga melaui Partai Berkarya kesinambungan dari pembangunan indonesia bisa terus berlangsung.

 “Partai baru yang menyerupai pohon beringin bisa membawa nama Bapak Pembangunan, Insyaallah dan yakin kita bersama sama lagi di dalam berpolitik kita tidak boleh baper kita harus nrimo ing pandum lan kudu rukun agawe santoso.” tutup Neneng sambil menirukan kata-kata Bapak Soeharto Mantan Presiden RI ke dua.

Adapun Visi Misi Partai berkarya, yang harus terus diperjuangkan para Pengurus dalam landasan membangun bangsa adalah sebagai berikut, sebagaimana dilansir dari halaman web site partai berkarya adalah:

VISI PARTAI BERKARYA

Terwujudnya kehidupan bangsa Indonesia yang bertaqwa, aman, sejahtera, adil, dan berdaulat berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

MISI PARTAI BERKARYA

1. Menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia.

2. Mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa melalui penyelenggaraan negara yang demokratis, transparan dan akuntabel yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

3. Memerangi dan membasmi korupsi serta menegakkan supremasi hukum untuk mewujudkan keadilan dan kepastian atas hak dan kewajiban asasi manusia bagi seluruh rakyat Indonesia.

4. Membangun karakter bangsa dan sistem demokrasi yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan kepribadian bangsa dalam upaya membangun kehidupan masyarakat yang bertaqwa, aman, sejahtera, dan bermartabat.

5. Mencerdaskan kehidupan bangsa, serta berperan dalam membangun perdamaian dunia dengan politik luar negeri yang bebas aktif.

6. Melahirkan pemimpin yang jujur, tegas, berkemampuan, anti korupsi, memiliki jiwa kepemimpinan, pengemban, pengayom, dan pelayan bagi kepentingan rakyat, bangsa dan negara.

7. Melakukan rekonsiliasi nasional yang utuh dalam rangka menyatukan kembali tekat bersama untuk menyongsong masa depan bangsa yang lebih baik dan unggul sesuai cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945.

8. Membangun sumber daya manusia yang berakhlak mulia, sehat, cerdas, dan terampil.

9. Membangun sistem perekonomian nasional yang berorientasi pada penguatan ekonomi kerakyatan, membuka kesempatan berusaha dan lapangan kerja seluas-luasnya bagi peningkatan pendapatan dan ksejahteraan rakyat dengan memanfaatkan dan mengembangkan Sumber Daya Alam secara tepat guna dan berdaya guna serta berkeadilan, berwawasan lingkungan dan kemaritiman.

10. Mengembangkan otonomi daerah untuk lebih memacu percepatan pembangunan di seluruh tanah air guna meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Walaupun terhitung baru secara regional peran Partai Berkarya sangat diperhitungkan dalam pertarungan pilkada serentak. Hal ini yang harus menjadi kekuatan bagi pengurus untuk membangun strategi dalam memenangkan pertarungan pilkada serentak 2020 ketimbang mempersoalkan kepengurusan di tingkat pusat. Modal ini harus menjadi bahan evaluasi bagi partai untuk menghasilkan karya yang maksimal di masyarakat, partai harus mulai bergerak membangun komunikasi dikalangan masyarakat, membantu masyarakat dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur dalam kesatuan NKRI berdasarkan pancasila dan UUD 1945 dengan semangat Bhineka Tunggal Ika.

“Apalagi dengan kondisi yang dialami bangsa saat ini dalam menghadapi wabah covid-19 peran partai sangat dinantikan masyarakat. Karyamu dinantikan Bangsa, Pengabdianmu bukti karyamu bagi rakyatmu, Berkaryalah bagi bangsa demi masyarakat adil dan makmur, dengarlah jeritan rakyatmu yang menantikan uluran tanganmu, diatas pundakmu kepemimpinanmu dibebankan amanah oleh Tuhan Yang Maha Esa menjadikan Indonesia bersianar di dunia Internasional, Amin.” Tutup Mantan Sekjen Nasrep. (nimbrod Rungga)

ARTIKEL TERBARU

BERITA LAINYA