Saturday, 5 December 2020

Indonesia-Filipina Sepakati Pola Pengamanan Bersama

post-top-smn
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu

Jakarta, SMN – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebutkan, Pemerintah Indonesia dan Filipina telah menyepakati pola pengamanan bersama di wilayah Laut Sulu.

Wilayah perairan tersebut kerap dijadikan lokasi aksi pembajakan sekaligus penyanderaan oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf.

Militer Indonesia dapat memasuki wilayah perairan Filipina jika ada WNI yang disandera.

“Kita sudah boleh masuk, asalkan lapor dulu. Kasih tahu apa yang dibawa, berapa orang, kita bisa masuk,” ujar Ryamizard, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (14/7/2016).

Meski demikian, Pemerintah Indonesia dan Filipina belum menyepakati pola pengamanan di darat. Hal ini penting jika WNI yang disandera terlanjur memasuki wilayah darat Filipina.

Meski demikian, Ryamizard memastikan bahwa Indonesia telah membahas strategi militer di darat.

Sambil menunggu kesepakatan pengamanan di wilayah darat diputuskan, Ryamizard mengatakan, TNI akan terus berlatih strategi-strategi pembebasan sandera.

“Yang saya bicarakan itu belum diputuskan ya. Jadi harus dilatih dulu, enggak mungkin kita main masuk-masuk saja, harus dilatih sesuai dengan prosedurnya nanti,” ujar Ryamizard.(kmp)

post-top-smn

Baca berita terkait