Thursday, 29 October 2020

Ideologi Rudi Hartono Akan Mensejahterahkan Rakyat Kabupaten Pasuruan Dengan Jalur Independen

post-top-smn
Rudi Hartono

Rudi Hartono

Pasuruan, SMN – Rudi Hartono yang merupakan sosok seorang yang kenal orang ramah dan murah senyum,sekaligus berkiprah sebagai  Aktifis, baik Wilayah Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan juga meliputi 19 Provensi se-Indonesia, Bakal ikut meramaikan bursa Pemilihan Bupati pada Tahun 2018 mendatang.

Gema pilkada Bupati, Kabupaten Pasuruan kian kini banyak dibicarakan di kalangan masyarakat maupun aktifis lainnya, dengan kedatangannya kadidat yang baru dengan jalur Independent kini telah memanaskan juga menggebrak pintu Kabupaten Pasuruan maupun Kota Pasuruan di Politik untuk memajukan kemaslahatan Rakyat Kabupaten Pasuruan.

Rudi Hartono yang dikenal sebagai ketua Nasional (LSM) (Lembaga Swadaya Masyarakat) Penjara Indonesia yang melingkupi 19 Provensi se-Indonesia menjelaskan, Saat ini Rudi Hartono memulai berali kariernya dengan terjun ke Dunia Politik demi kepentingan bersama, memajukan Rakyat Pasuruan Nyaman, tentram dan damai.

Demi niat dan tujuan Rudi Hartono turut serta mencalonkan diri sebagai Bupati Pasuruan pada periode 2018 mendatang, karena, dorongan dari masyarakat dan dukungan maupun dari tokoh agama Habib Jakfar Aljufri maka dari itu dukungan dan dorongan itu bagian dari amanah rakyat pasuruan jadi hati jiwa raga saya terpanggil untuk menjaga amanah yang telah mempercayai saya untuk ikut serta melaksanakan pemilihan Bupati Pasuruan 2018 mendatang,” tuturnya.

Lebih lanjut Rudi Hartono, Amanah dan dorongan masyarakat yang telah diberikan kepada saya, saya akan jaga dengan sungguh-sungguh untuk mengutamakan kepentingan masyarakat Pendidikan gratis serta memajuan pembangunan yang ada di Kabupaten Pasuruan bebas KKN dan menjaga Ideologi.

” Ideologi yang tidak dimutlakkan. Dapat diartikan juga bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakatnya sendiri,” Ideologi yang dapat berinteraksi dengan perkembangan zaman dan adanya dinamika secara internal.

Maka dari itu,” Ideologi adalah merupakan kekayaan rohani, dan budaya masyarakat (falasafah),” Jadi, bukan keyakinan ideologis sekelompok orang, melainkan kesepakatan masyarakat tidak diciptakan oleh Negara, tetapi ditemukan dalam masyarakat sendiri ia adalah milik seluruh rakyat, dan bisa digali dan ditemukan dalam kehidupan mereka isinya tidak langsung operasional.

Sehingga, setiap generasi baru dapat dan perlu menggali kembali falasafah tersebut dan mencari implikasinya dalam situasi kekinian mereka dan tidak pernah memperkosa kebebasan dan tanggung jawab masyarakat, melainkan menginspirasi masyarakat untuk berusaha hidup bertanggung jawab sesuai dengan falsafah itu.

Biar bagemanapu kami tetap menghargai pluraritas, sehingga dapat diterima warga masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang budaya dan agama,” jelasnya.

post-top-smn

Baca berita terkait