Thursday, 29 October 2020

Human Error, Faktor Utama Kenaikan Lakalantas di Ngawi

post-top-smn
Keterangan foto : Kapolres Ngawi AKBP Suryo Sudarmaji saat konferensi pers

Kapolres Ngawi AKBP Suryo Sudarmaji saat konferensi pers

Ngawi, SMN – Kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Ngawi tercatat meningkat drastis. Walaupun korban luka berat bisa menurun namun jumlah data kejadian tahun 2016 mengalami kenaikan 31,8 persen yakni dari 561 kejadian menjadi 737 kejadian.

Dari data lakalantas tersebut, korban meninggal dunia juga meningkat sampai 45 persen yakni dari 91 orang menjadi 132 orang. Bahkan dari korban pejalan kaki dari sebelumnya hanya 6 orang menjadi 128 orang atau meningkar sampai 2033,3 persen. “Berdasarkan penyebabnya yakni pelanggaran marka, menyalip dari kiri, out of control dan tidak hati-hati saat menyalip, kesimpulannya, human error menjadi faktor utama penyebab kecalakaan,” ujar AKBP Suryo Sudarmaji, Kapolres Ngawi dalam konferensi pers antispasi dan evaluasi pengamanan perayaan tahun baru 2017, Sabtu petang 31 Desember 2016 lalu.

Menurut Kapolres, faktor tidak berhati-hati saat menyalip merupakan salah satu yang paling menonjol. Trend atas faktor penyebab ini naik hingga 127 persen dri 200 kejadian di tahun 2015 meningkat jadi 254 kejadian di tahun 2016. “Faktor lain seperti jalan rusak, rambu kurang, penerangan tidak maksimal, kendaraan tidak layak pakai, menyumbang sedikit sekali sebab-sebab kecelakaan tahun 2016 ini,”ujar Suryo.

Wilayah Ngawi juga meningkatkan kewaspadaan karena temuan adanya terduga teroris di wilayah Kecamatan Widodaren di bulan Desember ini. Sedangkan untuk data kejadian kriminilitas, tercatat menurun sampai 4,2 persen yakni dari 427 kasus menjadi 309 kasus dan kenaikan tertinggi pada kasus penipuan. Kapolres juga menegaskan, pihaknya memberikan rewarrd untuk anggota yang berjasa menungkap kasus dan demikian sebaliknya, memberikan punishment untuk anggota yang melanggar. Pemberian reward pada tahun 2016 diberikan pada 45 orang anggota kepolisian dan dua warga sipil. Sedangkan hukuman diberikan pada 19 orang karena pelanggaran disiplin (9 orang), kode etik (8 orang) maupun pidana (2 orang). “Mengalami kecenderungan meningkat sebanyak 180 persen yakni dari 2 orang menjadi 19 orang,” kata Kapolres.

Jenis pelanggaran disiplin menurut Kapolres bermacam-macam dari mulai terlambat apel sampai membolos sementara pelanggaran kode etik biasanya ketika menyalahgunakan wewenang misalnya petugas yang menarik pungli. “Ini bisa berpotensi terjadi di berbagai sektor misalnya di Samsat, saat pengurusan SKCK, maupun di reskrim,” ungkapnya.

Hukuman yang diterapkan pun bervariasi, misalnya untuk pelanggaran disiplin mulai dari teguran sampai penempatan di ruang khusus paling lama 10 hari. Sedangkan untuk pelanggara kode etik mulai dari teguran, penurunan pangkat sampai pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). “Sedangkan untuk pelanggaran pidana, merujuk pada keputtusan pengadilan,” ungkap Kapolres Ngawi AKBP Suryo Sudarmaji.

Tahun 2017 diharapkan catatan buruk mengenai kinerja aparat kepolisian ini bisa terhapus demikian pula dengan banyaknya angka kejadian lakalantas. Upaya yang dilakukan adalah bekerjasama dengan berbagai pihak seperti pemerintah, kalangan swasta dan lembaga-lembaga lain. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait