Wednesday, 21 October 2020

Heboh di Medsos, Dua Pemuda Pamekasan Tidak Kalah Tampil Beda

post-top-smn
Foto kedua pemuda Pamekasan yang sering tampil di Medsos

Foto kedua pemuda Pamekasan yang sering tampil di Medsos

Pamekasan, SMN – Dua pemuda Pamekasan heboh di Media Sosial, pemuda tersebut yaitu, Akhmad Mausul Nasri, SH dan Imam Syafi’I, S.Pd. Kedua pemuda tersebut selalu bersinergi dalam segala tindakan, terutama dibidang sosial kemasyarakatan, foto kedua pemuda tersebut sering tampil di facebook, sehingga masyarakat tidak merasa asing pada mereka. Antara Mausul dan Imam sejak di bangku kuliah sampai sekarang menjadi pengamat politik, selalu eksis dan mempunyai inisiatip yang sama untuk membangun daerahnya. Bagi mereka kita ini masyarakat, jadi pemerintah yang demokratis itu adalah pemerintah dari rakyat untuk rakyat dan kembali pada rakyat. banyak diantara teman-temannya siap mengusung mereka menjadi figur yang diharapkan umat, khususnya Pamekasan.

Mausul dan Imam, sapaan akrap keduanya saat diwawancarai wartawan Suara Media Nasional di Taman Arek Lancor Kota Pamekasan Madura Jawa Timur, Selasa, 28/03/2017. Keduanya sangat antusias untuk memajukan Pamekasan Menjadi daerah yang mampu mensejahterakan rakyat. kenapa pemuda harus tampil? Karena kata Bung Karno Presiden pertama di Indonesia “Beri aku sepuluh pemuda, nisacaya akan kuguncangkan dunia.” Dengan adanya pemuda, kita mampu merubah keadaan. Karena pemuda memliki masa-masa keemasan (golden age), kata Mausul. Kemudian Imam menambahkan, Menurutnya, di Indonesia ini sudah ada pelaksanaan demokrasi, seperti halnya pemilu legislatif, eksekutif dan yudikatif. Kembali lagi pada arti demokrasi itu sendiri, pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Maka dari itu diharapkan pemimpin rakyat yang nanti terpilih, dapat memperhatiakan aspirasi rakyat. Selain itu juga diharapkan untuk tidak menyalahgunakan jabatan yang dimiliki, sehingga segala sesuatu yang dilakukan dan keputusan yang di ambil dapat diterima rakyat dan bisa berujung kepada kesejahteraan rakyat itu sendiri. Kami ini warga kecil mas, memilih pemimpin itu tidak harus cerdas dan pintar, namun bagaimana cara pemimpin itu berinisiatif untuk bersama-sama saling menjaga, mengawasi, membantu, dan peduli pada warganya.

Setiap muslim mengetahui keutamaan dan kemuliaan Abu Bakar dan Umar bin Khaththab RA, sebagai amirul mu’minin, bahkan keduanya adalah sahabat paling terkemuka dan sangat besar jasanya pada Islam. Tetapi kefiguran Abu Bakar dan Umar RA tidak boleh menjadikan kita secara total mengikuti mereka tanpa reserve. Semuanya harus dirujukkan kepada perintah Allah dan perintah RasulNya. Pemimpin Adalah Cerminan Rakyatnya. Sebagaimana kalian memilih pemimpin, begitulah kamu akan dipimpin. Menentukan dan memilih pemimpin bukanlah persoalan sepele keduniaan semata tetapi keputusan itu akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Tambah Imam.

Disela-sela kedua pemuda tersebut Wartawan SMN juga mewawancarai warga yang tidak mau disebutkan namanya. “keduanya sama-sama aktifis mas, yang saya ketahui mereka sangat peduli pada rakyat, Bapak Imam berasal dari Pantura Pamekasan dan Bapak Mausul dari Pantai selatan Pamekasan, jadi jika keduanya bersatu memimpin pamekasan ini sangat strategis, dan pembangunan di Pamekasan ini merata. Nah ini yang saya sukai, mereka kelak jika jadi pemimpin kami, maka kami akan merasa puas karena mereka selalu memperhatikan rakyat disegala bidang, mereka penyambung aspirasi suara rakyat, jika ada warga tidak mampu, miskin, sakit-sakitan dan tidak memiliki biaya untuk berobat, mareka langsung tanggap mencari solusi bagaimana warga tersebut bisa dibantu. Tampuk kekuasaan itu jika terus menerus dikuasi oleh politikus, maka kemajuan dan perkembangan daerah tidak akan pernah berubah. Tetap seperti dulu, maka dari itu saya mendukung pemuda pamekasan untuk tampil, mampu merubah tatanan kekuasaan yang kurang baik menjadi lebih baik. (Hen/Rosidi)

post-top-smn

Baca berita terkait