Saturday, 5 December 2020

Harga Rokok Resmi Naik Mulai 1 Januari 2017

post-top-smn

rokok

Jakarta, SMN – Harga rokok bakal naik mulai 1 Januari 2017 mendatang.

Hal ini setelah dikeluarkannya Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 147/PMK.010/2016 tentang Perubahan Ketiga AtasPeraturan Menteri Keuangan Nomor 179/PMK.011/2012 Tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

Dalam beleid itu disebutkan bahwa tarif cukai yang ditetapkan kembali, tidak boleh lebih rendah dari tarif cukai yang berlaku.

Selain itu, harga jual eceran juga tidak boleh lebih rendah dari batasan harga jual eceran per batang atau gram yang berlaku.

Merujuk pada peraturan baru yang telah dipublikasikan di JDIH (Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum) Kementerian Keuangan, PMK tersebut dikeluarkan untuk meningkatkan pengendalian konsumsi barang kena cukai berupa hasil tembakau, serta untuk memperhatikan potensi penerimaan di bidang cukai hasil tembakau yang berkesinambungan.

Lantas berapa tingkat kenaikan harga rokok setelah PMK tersebut diberlakukan?

Masih mengacu pada beleid ini, nantinya harga jual eceran (HJE) akan naik antara 11 persen hingga 15 persen.

Rokok sigaret kretek mesin (SKM) misalnya, harga paling rendah nantinya adalah Rp 655 sampai Rp 820 dari yang sebelumnya Rp 590 sampai dengan Rp 740.

Sementara rokok Sigaret Putih Mesin (SPM) paling rendah Rp 585 sampai Rp 900, naik dari sebelumnya Rp 505 sampai dengan Rp 800.

Untuk Sigaret Kretek Tangan (SKT) atau Sigaret Putih Tangan (SPT) paling rendah Rp 400, naik dari sebelumnya Rp 370.

Sementara untuk Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF) dan Sigaret Putih Tangan Filter paling rendah Rp 655, naik dari sebelumnya Rp 590.

post-top-smn

Baca berita terkait