Tuesday, 27 October 2020

Gus Ipul: Perbaikan Jalan Kalianak Tanggung Jawab Bersama

post-top-smn
Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf didampingi Kepala PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur Ir. Gatot Sulistyohadi, MM Menyaksikan Penambalan Jalan Rusak Sepanjang Jalan Kalianak

Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf didampingi Kepala PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur Ir. Gatot Sulistyohadi, MM Menyaksikan Penambalan Jalan Rusak Sepanjang Jalan Kalianak

 Surabaya, SMN – Perbaikan Jalan Kalianak Surabaya merupakan tanggung jawab bersama. Tidak peduli jalan milik nasional, provinsi atau kabupaten, jalan rusak harus segera ditangani dan tidak boleh dibiarkan.

“Jalan Kalianak ini memang wewenangnya pemerintah pusat atau Kementerian PU. Ada yang wewenang provinsi, ada yang wewenang kabupaten. Ya soal wewenang bisa siapa saja. Tapi ini tanggung jawab bersama. Tak boleh ada lagi pelemparan wewenang. Kami ingin memastikan proses itu jalan,” ujar Wagub Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf saat sidak jalan rusak di Jalan Kalianak Surabaya, Rabu (18/1) pagi.

Ia mengatakan, Jalan Kalianak hampir setiap tahun terjadi kerusakan yang serius disebabkan beberapa hal. Yakni air laut yang menuju ke jalan ini, struktur jalan, tonase atau beban yang cukup besar karena banyak truk dan kontainer yang lewat dengan muatan cukup berat, drainase yang tidak jalan. “Ini semua merupakan penyebab jalan rusak di Kalianak. Diharapkan bisa diatasi secara sistematis dan bersama-sama,” kata Gus Ipul sapaan lekat Wagub Jatim.

Mengenai penanganan jalan, Gus Ipul menjelaskan, selama ini masih menggunakan contract long segment, dimana yang regular pemeliharaan dan pembangunan menjadi satu sehingga tidak ada dana transisi.

“Pak Gubernur akan mengusulkan dan menyampaikan kepada Menteri PU dan Perumahan Rakyat agar ke depan ada dana transisi. Pada saat musim hujan antara Desember – Maret ada lubang-lubang yang sporadis dan cukup serius memerlukan penanganan segera. Ini dananya tidak ada,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikannya, Pemprov Jatim sejak tahun 2013 sudah menganggarkan swakelola. Maka pemprov memiliki program tiada hari tanpa tutup lubang jalan. Dana tersebut untuk dana transisi sampai ada pemenang dalam kontrak itu.

Berdasarkan data yang diperolehnya, jalan provinsi terdapat sekitar 150 km rusak ringan, sedang, dan berat. Dari total ruas jalan yang rusak tersebut, paling banyak adalah rusak ringan. “Nah rusak berat ini ditangani. Seperti di Nganjuk ada jalan kabupaten yang diserahkan ke provinsi, anggarannya baru 2017 ketika 2016 belum dianggarkan. Yang sudah tanggung jawab provinsi, namanya nambal jalan terus dilakukan,” imbuhnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wilayah 8 Surabaya-Gresik BBPJN, Herlambang Zulfikar mengatakan, pihaknya harus menunggu proses lelang untuk perbaikan jalan. “Tapi ini kami carikan akal untuk menambal dulu. Kami carikan aspal untuk menutup jalan berlubang ini,” ujarnya.

Dalam sidak kali ini, Gus Ipul mengunjungi ruas jalan yang paling parah kerusakannya. Kerusakan di kawasan Kalianak terjadi di sekitar Kalianak No 55. Di sepanjang jalan itu permukaan aspal banyak yang terkelupas sehingga menyisakan gelaran pasir dan batu. Lubang menganga memanjang di salah satu ruas Jalan Kalianak Surabaya yang kedalamannya beragam hingga 30 cm, bahkan ada yang lebih dalam lagi dan tergenang air.

Tidak dalam waktu lama saat mendapat sidak dari Wagub Jatim, petugas dari Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII tiba. Mereka langsung mengusung aspal untuk ditumpahkan di lubang jalan menganga. Alat berat sederhana juga langsung tiba untuk dilanjutkan dengan pengerasan dan perataan. Gus Ipul pun ikut menggunakan alat berat tersebut untuk meratakan jalan berlubang di daerah itu.

post-top-smn

Baca berita terkait