Sunday, 29 November 2020

Gus Ipul Minta Pencarian Korban Diprioritaskan

post-top-smn

 

Wakil Gubernur Prov Jatim Ikut Mendata Nama Korban Yang Sudah Terevakuasi, Dan Yang Belum Terevakuasi Dalam Musibah Perahu Tambang Terbalik Di Ds. Wringanom

Wakil Gubernur Prov Jatim Ikut Mendata Nama Korban Yang Sudah Terevakuasi, Dan Yang Belum Terevakuasi Dalam Musibah Perahu Tambang Terbalik Di Ds. Wringanom

Surabaya, SMN – Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf meminta tim SAR untuk memprioritaskan pencarian korban kecelakaan perahu tambang yang terbalik di Dusun Grompol, Desa Sumberame, Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik, Selasa (13/4).

Gus Ipul sapaan lekat Wagub Jatim menjelaskan, pencarian korban terus dilakukan pada empat korban yang belum ditemukan ditambah dengan tujuh unit sepeda motor yang ikut tenggelam dalam kejadian tersebut. Berikut empat nama korban yang belum ditemukan yakni Kusnari warga Desa Balongbendo, Nur Kholis dan Khoirun Nisa pasangan suami istri dari Desa Balongbendo, dan Susriasih warga Desa Kalimati, Tarik.

“Kita fokus untuk mencari korban yang belum ditemukan melalui tim SAR yang terdiri dari BPBD, Pemadam Kebakaran Sidoarjo, Marinir, Brimob dan relawan yang terlatih,” ujar Gus Ipul saat mendatangi lokasi terjadinya kecelakaan perahu tambang yang terbalik.

Dari kejadian tersebut, Gus Ipul mengatakan, nama-nama korban masih terus didata BPBD Kabupaten Gresik. Hingga saat ini terdapat dua orang meninggal dunia yakni Ujang Fadilah warga Desa Sumberanto Wringinanom dan Mis’ah warga Balongbendo.

Sementara enam korban ditemukan selamat hingga saat ini antara lain Yudistira Ardi (34th), warga Balongbendo, masih dirawat di puskesmas; Supriadi (65th), warga Sumberame, masih dirawat di puskesmas; Suci Nina (33th), warga Balongbendo, masih dirawat di puskesmas; Rianto (45th), warga Balongbendo, masih dirawat di puskesmas; Joko (45th), warga Dusun Juwet, Wringinanom sudah dipulangkan ke rumah, dan Didin (35), warga Balongbendo, sudah dipulangkan ke rumah.

Pada kesempatan yang sama, Gus Ipul mengemukakan, penyeberangan dengan menggunakan perahu tambang seperti ini sebenarnya tidak diperbolehkan, tetapi sebenarnya dari dinas pengairan ada program untuk membuat jembatan gantung yang digunakan untuk penyeberangan orang dan sepeda,” ujarnya.

Ia menyebutkan di sepanjang Kali Surabaya terdapat puluhan perahu penyeberangan yang sudah ada sejak dulu untuk memudahkan mobilitas masyarakat. “Bahkan seperti di daerah Bojonegoro, jumlah perahu penyeberangan jumlahnya mencapai ratusan. Dan, kami akan melakukan evaluasi untuk dicarikan solusi terkait dengan kondisi ini,” imbuhnya.

 

Pencarian Korban Terkendala Arus Deras Sungai

Gus Ipul telah berkoordinasi dan meminta kepada Marinir untuk melakukan penyelaman terutama yang berada di titik terbaliknya perahu yang tenggelam. Namun upaya pencarian korban perahu tambang terbalik menghadapi kendala sebab sungai yang dalam dan arus dasar sungai yang deras. Kendala tersebut ditemukan ketika Tim Pengintai Amfibi Marinir menyelam untuk mencari para korban yang hilang.

“Tadi saya menyaksikan marinir menyelam guna mencari korban, tetapi saat menyelam tadi arus di bawah sangat kuat sehingga menyulitkan tim penyelam dan tidak memungkinkan untuk dilakukan pencarian. Tim pencarian akan kembali menyisir saat arus tenang,” ujar Gus Ipul.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPBD Kabupaten Gresik Abu Hasan mengatakan, proses pencarian korban perahu terbalik masih dilakukan Basarnas, Tim BPBD dan relawan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik menurunkan perahu karet untuk mencari korban perahu terbalik di Wringinanom, Gresik. “Ada dua perahu karet yang diterjunkan. Sudah ada dua korban yang ditemukan,” Abu Hasan.

 

Sambangi Rumah Duka

Seusai meninjau lokasi terjadinya kecelakaan perahu tambang terbalik, Gus Ipulmenyambangi rumah duka, korban perahu tambang tenggelam, Ujang Fadhillah penolang korban perahu terguling yang ikut tewas terseret arus sungai Kalimas, Wringinanom.

Kunjungan Gus Ipul diterima oleh Nunuk Widyawati Ningsih (47), istri Ujang warga Sumberame, Kecamatan Wringinanom. Gus Ipul pun menyampaikan ucapan duka cita kepada keluarga Ujang Fadhillah.

“Atas nama pemerintah provinsi Jatim, saya menyampaikan ucapan duka cita kepada keluarga Bapak Ujang. Yang dilakukan beliau sangat mulia sekali. Lihat ada perahu yang terbalik, almarhum ikut menolong,” ujarnya.

Sementara itu, dengan suara lirih, Nunuk mengatakan, ia tidak punya firasat apapun atas kepergian suaminya untuk selamanya. “Tadi pagi usai sarapan mau membantu saudara membangun jembatan, tapi dipanggil orang untuk menolong korban perahu tenggelam. Ternyata ikut menjadi korban,” kata Nunuk.

Ketika ditanya jumlah putra yang ditinggalkan Ujang, Nunuk mengatakan bahwa sebenarnya anaknya itu tiga tapi sudah meninggal dua. “Sekarang tinggal satu masih kelas tiga SMP,” imbuhnya.(*)

post-top-smn

Baca berita terkait