Saturday, 31 October 2020

Gus Ipul: Manajemen Lembaga Amil Zakat Harus Profesional

post-top-smn
Wagub Jatim Drs Saifullah Yusuf Didampingi Dirut Zakat Kemenag Jatim Membuka acara Rakernas Konferensi Zakat Nasional dan Forum Amil Zakat di Hotel Oval Surabaya

Wagub Jatim Drs Saifullah Yusuf Didampingi Dirut Zakat Kemenag Jatim Membuka acara Rakernas Konferensi Zakat Nasional dan Forum Amil Zakat di Hotel Oval Surabaya

 Surabaya, SMN – Lembaga Amil Zakat (LAZ) harus profesional dan modern. Pengelolaan yang professional itu sangat penting untuk memfasilitasi para wajib zakat yang jumlahnya terus meningkat.

Wakil Gubernur Jatim Drs H Saifullah Yusuf menegaskan hal itu ketika membuka  Konferensi Zakat Nasional, di H Oval Jl Diponegoro Surabaya, Rabu (8/2)

Menurut pria yang lekat dengan sapaan Gus Ipul tersebut, manajemen zakat harus meneladani sifat Rosulullah, yakni shiddiq (kredible/ terpercaya), amanah (accountable/ bisa dipercaya),  tabligh (menyampaikan komunikatif), dan fathonah (cerdas) dalam membaca situasi. Sebagai contoh, promosi agar masyarakat aktif berzakat bisa dilakukan melalui aplikasi smartphone. Ini perlu dilakukan mengingat orang kaya waktunya sangat sempit, maka kalau bisa bayar zakat melalui telepon mungkin bisa efektif.

Berdasar data yang ia peroleh, kata Gus Ipul, potensi zakat sangat besar. Di Jatim saja, potensinya bisa Rp 30 triliun, namun penghimpunan yang dilakukan lembaga zakat tergolong masih rendah. Tahun 2015 baru Rp 3,7 Triliun. “Oleh karena itu kita harus melakukan motivasi dengan melakukan usaha-usaha lebih nyata, sehingga diharapkan potensi zakat lebih baik. Seiring dengan kesejahteraan umat Islam, saya percaya potensi zakat akan lebih besar, karena  tujuan pengelolaan zakat untuk mengentas kemiskinan,” ujarnya.

Masih menurut Gus Ipul, semua organisasi pengelola zakat, baik LAZ maupun BAZ sudah mencoba terus memperbaiki manajemen organisasi. Apalagi SDM yang terlibat kebanyakan masih berusia mud, berpenampilan bagus, dan beretika. Semua itu membuat masyarakat lebih percaya. Apalagi bila hal itu ditunjang oleh penguasaan yang baik terhadap sarana dan prasarana teknologi informasi.

“Ke depan saya minta ditingkatkan. Oleh karena itu saya menyambut baik gagasan Forum Zakat untuk mensertifikasi SDM yang ada dan membuat Standar Operasional (SOP), supaya bisa berstandar internasional,” harapnya.

Karena itu dirinya sangat mendukung upaya Kementerian Agama yang menaetapkan target paling lambat tahun 2018 semua Badan Amil Zakat sudah memiliki sasaran yang jelas, by name by address. Meski 10 orang  tidak apa-apa tapi jelas sasarannya daripada 100 sasaran tapi datanya tidak konkrit. Sehingga penanganannya tidak tumpang tindih antara LAZ satu dengan yang lain.

Konferensi Zakat Nasional yang dihadiri Direktorat Zakat Kemenag Ri Tarmizi Tohor, Ketua Forum Zakat Nasional Nur Effendi, BAZ NAS Jatim, seluruh pimpinan Amil Indonesia dan 22 Asisten Amil Zakat merekomendasikan Standar Kompetesi Amil.

post-top-smn

Baca berita terkait