Tuesday, 27 October 2020

Gus Ipul Inginkan Direct Transportasion Untuk Ekspor-Impor dengan Polandia

post-top-smn
Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf Berbicara Serius dengan Duta Besar Luar dan Berkuasa Penuh Polandia, Mr. HE Tadeusz Sumawski pada acara Jamuan Makan Siang Di Hotel JW Marriot Surabaya

Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf Berbicara Serius dengan Duta Besar Polandia, Mr. HE Tadeusz Sumawski pada acara Jamuan Makan Siang Di Hotel JW Marriot Surabaya

Surabaya, SMN – Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf  mengadakan jamuan makan siang dengan Duta Besar Polandia di Indonesia Mr. H.E. Tadeusz Sumowski, di Hotel JW. Marriot Surabaya, Senin (13/2).

Acara tersebut sebagai tindaklanjut pertemuan  Wagub Jatim  dengan Pemerintah Polandia, setelah diadakannya  penandatangan kesepakatan (MoU) yang  telah dilakukan di Polandia (25/11/2016), berkomitmen dibidang bisnis antar pengusaha Jatim dan Polandia.

Salah satu keinginan yang disampaikannya pada kesempatan itu adalah bagaimana caranya agar transportasi barang-barang eksport dari Jawa Timur ke Polandia, dan sebaliknya barang import dari Polandia ke Jatim dapat langsung sampai ketujuan tanpa harus transit terlebih dahulu kesuatu negara lain (direct transportasion).

“Apabila hal tersebut dapat dilakukan, maka akan terjadi efisiensi pembiayaan, biaya operasional barang dapat ditekan yang pada akhirnya akan berpengaruh harga barang,” demikian alasan  yang diberikan oleh Gus Ipul.

Selain itu, Wagub Jatim yang biasa disapa Gus Ipul itu juga berkeinginan agar kapal dari Jatim yang membawa barang ke Polandia ketika pulang ke Jatim  tidak dalam keadaan kosong tetapi bisa membawa barang-barang dari Polandia. Apabila hal tersebut dapat dilakukan pada akhirnya juga akan mempengaruhi nilai ekspor dan impor.

Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian & Perdagangan Provinsi Jawa Timur, neraca perdagangan Jatim – Polandia selama kurun waktu 2012 – 2016 (Januari –Oktober 2016) rata-rata menunjukkan surplus bagi Jatim setiap tahunnya. Pada periode Januari-Oktober 2016 menunjukkan surplus tertinggi sebesar US$ 22,93 juta.

Selama periode 2012 -2016 (Januari – Oktober 2016) pertumbuhan ekspor Jatim ke Polandia nilainya cenderung menurun. Namun pada tahun 2016 pertumbuhan ekspor Jatim ke Polandia naik sebesar 29,28 persen. Adapun rata-rata share terhadap total ekspor Jatim selama periode di atas adalah 0,24 persen.

Komoditi non migas Jatim yang diekspor ke Polandia adalah alas kaki, bahan kimia organik, besi dan baja, kayu, barang dan kayu, sabun dan preparat pembersih, perabot, penerangan rumah, buah-buhan, tembakau, lemak dan minyak hewan/nabati, berbagai produk kimia lainnya.

Sedangkan perkembangan nilai impor Jatim dan Polandia selama kurun waktu 2012 – 2016 (Januari – Oktober 2016) mengalami fluktuatif, dengan trend pertumbuhan rata-rata sekitar 37,06 persen per tahun. Adapun terhadap total impor Jatim rata-rata sharenya 0,14 persen.

Adapun komoditi non migas Jatim yang impor dari Polandia adalah susu, mentega, telur, perkakas, perangkat potong, jangat dan kulit mentah, mesin-mesin/pesawat mekanik, karet dan barang dari karet, olahan dari tepung, bahan kimia organik, perekat, enzim, besi dan baja, kertas/karton dan lain-lain.

Sementara itu Mr. H.E. Tadeusz Sumowski mengapresiasi keingingan Gus Ipul, apalagi Polandia dengan pelabuhan terbesarnya “Pelabuhan Gdansk” merupakan pelabuhan strategis di Eropa Utara dan Jatim merupakan pintu masuk barang untuk Indonesia Timur.

Pada kesempatan itu disampaikan Polandia berkeinginan melakukan kerjasama dengan Jatim dengan capian yang lebih konkrit. Karena selama ini kerjasama selalu dilakukan di ibukota negara yaitu di Jakarta, tidak berhubungan langsung dengan Jawa Timur sehingga hasilnya dinilai kurang maksimal. (*)

post-top-smn

Baca berita terkait