Sunday, 29 November 2020

Gus Ipul Inginkan At’Tauhid Masjid Multi Fungsi

post-top-smn

 

Gus Ipul menandatangani prasasti peresmian masjid At-Tauhid di PP Sabilil Muttaqien Tulungagung

Gus Ipul menandatangani prasasti peresmian masjid At-Tauhid di PP Sabilil Muttaqien Tulungagung

Tulungagung, SMN – Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf sangat menginginkan Masjid At’Tauhid sebagai masjid multi fungsi. Artinya bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sholat wajib lima waktu tetapi juga berfungsi spiritual, fungsi sosial, ekonomi dan politik.

“Sebuah masjid apabila hanya untuk memenuhi kebutuhan sholat lima waktu, maka masjid tersebut akan sering tutup,” ungkapnya saat meresmikan Masjid At’Tauhid yang terletak di komplek Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien di Desa Tanen Kec.Rejotangan Kabupaten Tulungagung, Kamis (11/5).

Sebagai fungsi pendidikan, masjid sebagai tempat untuk mempelajari Islam lebih mendalam.  Sedangkan dibidang ekonomi, masjid pada awal perkembangan Islam sebagai tempat untuk mendistribusikan harta zakat, sedekah, yang dibagikan kepada mereka yang memerlukan.

Sedang di bidang politik, masjid sebagai tempat berkumpulnya para ulama untuk bermusyawarah menyelesaikan suatu permasalahan yang sedang ramai dibicarakan masyarakat.

“Kita inginkan masjid mempunyai peran nyata dalam pembangunan,” ungkapnya lebih lanjut. Oleh karena itu agar orang mencintai masjid menurut Wagub Jatim yang biasa disapaGus Ipul, selain mempunyai berbagai fungsi juga harus ada tambahan motivasi . Misalkan harus bersih, memiliki sound system yang bagus, nyaman, air untuk berwudhu lancar dan bersih.

Selain itu, tidak menutup kemungkinan sebuah masjid menyediakan pelayanan dasar yang diperlukan masyarakat sekitar. Misal adanya klinik kesehatan, BMT (Baitul Maal wa Tamwil) atau lembaga keuangan Islam Mikro atau koperasi syariah sehingga mampu membantu masyarakat yang membutuhkan permodalan.

“Masjid harus mempunyai fungsi yang utuh, agar umat kita tidak diurus oleh orang lain” pintanya. Apalagi Masjid Masjid At’Tauhid berada dilingkungan pondok pesantren hendaknya dapat mengajarkan para santri dan masyarakat sekitar agar menjadi orang yang cerdas, pintar, terampi dan berakhlak. “Kuatkan agama selalu dekat dengan Allah SWT dan kuatkan otak dengan mengikuti perkembangan teknologi secara seimbang,” tuturnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya Gus Ipul berpesan agar pondok pesantren mengajarkan generasi yang kuat, meneruskan ajaran Nabi Besar Muhammad SAW. “Kita bentengi anak-anak dari hal-hal negatif karena pengaruh dari kemajuan teknologi,” pungkasnya.

Sementara itu Pengasuh PP. Sabilil Muttaqien Drs. H. Hadik Burhani, M.Ag putra dari pendiri PP. Sabilil Muttaqien KH. Afandi Alm. mengatakan bahwa Masjid At’Tauhid dikerjakan selama 17 bulan, menelan biaya sebesar Rp. 3 milyar.

 

Guru,Ujung Tombak Kemajuan Bangsa

Setelah meresmikan Masjid At’Tauhid, Gus Ipul berkesempatan membuka Workshop Karya Tulis Ilmiah yang diadakan oleh IKA UNESA di Aula MAN 3  Ds. Tanen Kec. Rejotangan Kabupaten Tulungagung, Kamis (11/5).

Pada kesempatan itu Gus Ipul menyampaikan bahwa seorang guru mempunyai peranan yang sangat besar dalam proses belajar mengajar untuk melahirkan generasi yang cerdas, pintar, terampil dan berakhlak.

“Kalau ingin negara maju dan pendidikan sukses, sumber daya manusia (SDM) guru harus dibenahi, karena 50 persen keberhasilannya sangat ditentukan oleh guru. Guru ujung tombak kemajuan bangsa,” ungkap Gus Ipul.

IKA UNESA mengajak para guru untuk rajin menulis karya ilmiah  merupakan salah satu cara untuk meningkatkan SDM, karena dengan demikian  mereka bertambah ilmu, mengikuti perkembangan dunia dan perkembangan teknologi.

“Seorang guru apabila tidak mengasah keilmuannya secara berkesinambungan dan tidak mengikuti perkembangan teknologi, maka mereka akan ditinggal oleh para murid,” papar Gus Ipul.

Saat ini, menurut Gus Ipul seseorang  apabila ingin menulis dan hasil karyanya ingin diketahui orang sangatlah  mudah untuk dilakukan. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya kemajuan teknologi yaitu lewat media sosial. Tema yang ditulis sangat luas, bisa tentang dunia pendidikan, ilmu yang sedang digeluti ataupun keadaan yang terjadi disekitar kita.

Sementara itu Ketua IKA UNESA Drs. Zaenal Arifin, MPd. mengatakan maksud diadakannya workshop karya tulis ilmiah adalah ingin meningkatkan SDM guru dengan cara melahirkan karya tulis ilmiah sederhana mengingat  masih banyak guru yang tidak pernah menulis karya tulis ilmiah.

“Selain itu IKA UNESA menginginkan agar  para guru menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada para murid untuk meningkatkan ekonomi keluarga dikemudian hari,” ungkapnya.

post-top-smn

Baca berita terkait