Wednesday, 21 October 2020

Gubuk Reot yang Masih Bertahan untuk Menaungi Keluarga Misran

post-top-smn
Rumah Misran terlihat dari belakang rumah

Rumah Misran terlihat dari belakang rumah

Pamekasan, SMN – Program Pemerintah dalam Rehabilitasi Bedah Tidak Layak Huni (RTLH) ini sangat mengantipasikan pada masyarakat miskin. Program RTLH tersebut sangat menjadi impian masyarakat yang mendambakannyanya. Namun dari program RTLH tersebut tampaknya belum benar benar bisa dinikamati oleh masyarakat.Dari kasap mata program tersebut terkesan hanya di nilai sepihak. Setidaknya program RTLH ini menjadi sebuah solusi dalam pengentasan garis kemiskinan, namun pada hakekatnya Program RTLH ini belum bisa dinikmati dan belum bisa tepat pada sasaran yang tepat dan hingga saat ini masyarakat dengan program RTLH masih hidup dalam garis kemiskinan.

Seperti yang dilansir dari SMN, ditemui sebuah tempat tinggal yang sangat tidak layak di huni yang menampung dari jumlah keluarga yang ada pada gubuk tersebut. Paska ditemuinya salah satu nara sumber di desa Bunder dusun Mondung Kecamatan Pademawu, menjelaskan pada awak media SMN bahwa rumah yang dihuni oleh pasangan dari Misran (60) dan Bu Tumma (55) bersama anak menantu dan cucunya ini patut untuk diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Pamekasan khususnya untukmempunyai hati kepeduliannya atas kesosialannya kepada masyarakat dan bukan untuk berdiam diri, terang Amin Makmun SH, yang merupakan Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan (14/02/2017) selasa siang.

Pak Misran dan Bu Tumma saat bersama Amin Makmun, SH Ketua PAC PDI Perjuangan

Pak Misran dan Bu Tumma saat bersama Amin Makmun, SH Ketua PAC PDI Perjuangan Pademawu

Sementara Ketua PAC PDI Perjuangan ini menambahkan dari Penghujunh akhir kepemimpinan Bapak Bupati yang sebelum Bupati Syafii dan sampai Bupati sekarang dan hampir pemilihan bupati lagi, rumah dari pemilikan Misran asal desa Bunder dusun Mondung Kecamatan Pademawu ini hanya sekedar diusulkan saja akan program RTLH tersebut. Yang menjadi perhatian besar bagi Ketua PAC PDI Perjuangan itu kalau pengusulan rumah Misran ini sekedar saja dan dari keseringnya usulan RTLH itu pemilikan KTP dari Misran  menjadi hilang yang akibat dari foto copy usulan RTLH.

Usulan demi usulanpun hanya terkesan wacana saja dan hingga 10 tahun lamanya rumah Misran tak kunjung datang bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan, tandas Amin Makmun SH.

Rumah Misran kini menjadi sebuah Gubuk Reot yang terkesan tidak layak huni, baik itu dari segi rumah, tempat tidurpun juga benar benar kurang layak, terbilang gubuk itu jorok dan kurang sehat. Yang menjadikan ibahnya dari Amin Mahmun tersebut, rumah Misran ini ternyata dipenuhi dengan Penyanggah Kayu Bambu mulai dari tiang tengah rumah sampai dari sisi belakang rumahnya di penuhi Penyanggah Kayu Bambu agar bisa menjadi kuat dan bisa bertahan untuk berteduh meskipun itu sangat mengancam keselamatan keluarga Misran.Kami prihatin akan kondisi rumah Misran, dan kami berharap agar dari dinas pemerintah Pamekasan peduli kepada pak Misran dan secepatnya untuk di sosialisasikan, pungkasnya. (Hen)

post-top-smn

Baca berita terkait