Thursday, 22 October 2020

Gubernur Sidak TKA PT Bahagia Steel

post-top-smn
.Gub Jatim di dampingi Kepala Disnaktransduk jatim,Kepalakantor Wilayah Jawa Timur Kementerian Hukum dan HAM RI  Budi Sulaksana, SH,M.Si  meninjau langsung para tenaga kerja asing di Ds. Sumengko, Wringianom Kab. Gresik

Gubernur Jatim di dampingi Kepala Disnaktransduk jatim, Kepala kantor Wilayah Jawa Timur Kementerian Hukum dan HAM RI Budi Sulaksana, SH,M.Si meninjau langsung para tenaga kerja asing di Ds. Sumengko, Wringianom Kab. Gresik

 Gresik, SMN – Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo melakukan inspeksi mendadak (sidak) Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang diperkejakan PT Bahagia Steel, sebuah perusahaan manufacturing di bidang peleburan baja beton di Jl. Raya Wringinanom Km 31 Ds. Semengko, Gresik, Selasa (17/1) lalu.

Dari sidak tersebut, ditemukan 53 TKA, dengan 8 orang yang didapati cuti sehingga detail ijin dan paspornya tidak ada. Sedangkan 43 orang sisanya, 40 orang mempunyai ijin dan paspor, 2 orang lagi sedang dalam proses pengurusan, dan 1 orang tidak ditemukan detail ijin maupun paspornya. “Yang satu orang ini akan kita cek kelengkapan surat-suratnya dan dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Jika tidak bisa dipertanggungjawabkan maka akan diproses sesuai ketentuan imigrasi,” terang Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim.

Pakde Karwo menjelaskan, 51 orang TKA yang dipekerjakan itu adalah tenaga skill (terampil). Sesuai peraturan TKA skill harus mendapatkan transfer teknologi dan didampingi oleh tenaga ahli lokal selama 3 bulan, dan hal ini belum dilakukan oleh PT Bahagia Steel. “Saya harap perusahaan ini segera melakukan transfer teknologi, tiga bulan kedepan saya akan kesini dan mengecek kesini lagi,” tegasnya.

Menurutnya, penegakan peraturan perundangan seperti ini  untuk memberikan keadilan terhadap tenaga kerja Indonesia khususnya di Jatim. Sebab begitu pintu ASEAN dibuka maka syarat utamanya adalah penegakan peraturan. Oleh sebab itu Pemprov Jatim berkomitmen untuk terus melakukan sidak TKA di kantong-kantong TKA, utamanya di industri manufaktur. “Saya bersama Kanwil Hukum dan HAM akan melakukan pengecekan secara intensif TKA yang skill maupun unskill. Prinsipnya TKA skill diperbolehkan asalkan semua syaratnya terpenuhi,” pungkasnya.

 

Pemprov Jatim akan Bangun Lapas Khusus Teroris

Pemprov Jatim bekerjasama dengan Kakanwil Hukum dan HAM berencana akan membangun Lembaga Pemasayarakat (Lapas) khusus bagi teroris. Lahannya berada di daerah Porong dengan luas 1,8 Ha. “Detail engineering dan spesifik grant akan ditargetkan selesai tahun 2018 dan pembangunannya murni menggunakan APBD Prov. Jatim. Nantinya lapas ini akan mampu menampung 600 orang napi,” terang Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo atau yang lekat disapa Pakde Karwo.

Menurutnya, lapas teroris memang harus dibedakan dari yang lain sebab dari pengalaman yang ada di Surabaya saat napi narkoba campur dengan napi teroris, maka narkobanya bisa ikut jadi teroris. Pembangunan lapas ini juga membuktikan bahwa daerah bisa membantu pusat. Hal yang sama juga bisa diterapkan di daerah lain seperti Sidoarjo, Surabaya, maupun provinsi lain yang ingin membantu provinsi di bidang pendidikan. “Saya mempersilahkan pemberian bantuan langsung ke siswa apalagi aturan dari Mendagri akan segera turun. Bantuan bisa disalurkan berdasarkan data by name by address yang telah tersedia,” jelasnya.

post-top-smn

Baca berita terkait