Monday, 21 September 2020

“Good-Bye Teacher”, Selamat Tinggal Guru ‘Lama’

post-top-smn

Oleh: ALI ROHMAD (Dosen FKIP UNISKA Kediri)

Ali Rohmad

Ali Rohmad

Ketika komputer dipakai untuk menyajikan pengajaran terprogram atau jenis materi pelajaran lainnya, pengguna akan mampu bekerja dengan cara dan kecepatannya sendriri, melalui unit-unit kecil yang dimaksudkan untuk mengajarkan keahlian dan aplikasi spesifik. Tutorial itu mengharuskan adanya respon yang tegas dan keterlibatan aktif dalam mempelajari materi.

Help disediakan, cukup mengklik suatu tombol dan umpan balik langsung diberikan, hal ini sesuai dengan prinsip belajar terprogram miliknya Skinner dan kelas Personalized Systems of Instruction (PSI). Selain itu komputer juga dapat mengevaluasi, membandingkan nilai antar siswa, sehingga komputer tidak hanya memberikan tanggapan langsung selama proses belajar , tetapi juga memberikan hasil tes secara langsung baik ke siswa maupun ke guru. Berdasar prestasi ini guru dapat menentukan seberapa baikkah materi telah dikuasai dan melakukan apapun untuk koreksi. Langkah ini tidak dapat dilakukan dengan mudah, jika menggunakan metode buku ajar dan ceramah.

Dengan memberikan tanggapan langsung, perhatian personal, displai visual yang menarik dan suasana seperti bermain, Computer-Based-Instruction (CBI) dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan cara yang sangat berbeda dengan metode tradisional. Walaupun CBI telah dipakai secara luas untuk menyajikan berbagai macam program linear dan percabangannya, namun ia bisa lebih dari itu. Banyak program dibuat utuk membantu siswa mempelajari implikasi dari berbagai macam sistem politik dan sosiologis, mensimulasikan berbagai macam eksperimen. Format pembelajaran yang terkait adalah “kelas virtual” (on-line education).

Berkat tehnologi komputer yang semakin canggeh, modem, dan internet, kini siswa bisa duduk betah di depan komputer yang jaraknya ribuah mil dari sumber informasi untuk melakukan interaksi. Kemajuan tehnologi komputer memungkinkan kita untuk mengamati dan mendengar kamajuan kelas dan berpartisipasi secara verbal. Review atas rating dan efektifitas kelas on-line menunjukkan bahwa kelas itu sama efektifnya dengan kelas tradisional.

Dari semua keunggulan dan keefektifannya CBI dalam pembelajaran, tidak luput dari apa yang sesungguhnya hakekat belajar itu sendiri. Metode CBI bukan pengajaran yang “sesungguhnya” sebab teknik ini meminimalkan peran guru, interkasi spontan yang terpenting antara siswa dan guru, dan antar siswa itu sendiri, tidak akan ada dalam pelajaran terprogram, jenis materi pendidikan yang paling penting tidak dapat dispesifikasikan untuk diprogram atau disusun dalam segmen-segmen, cara tersebut hanya mengarah pada term behavioral, tujuan pendidikan yang lebih luhur dan paling diharapkan tidak akan bisa dispesifikasikan atau diukur dengan mudah.

Dengan peristiwa ini Meek mengingatkan tujuan yang harus dikejar adalah usaha untuk mengembangkan kemampuan siswa untuk berfikir kritis, memilah, menata, meimilih, mengevaluasi, serta memahami dan menghubungkan berbagai gagasan dan cita-cita yang saling berbenturan. Siswa harus belajar tentang bagaimana cara belajar itu sendiri, cara mnengevaluasi ide dan data, cara menghubungkan informasi dengan nilai-nilai yang dianutnya dan nilai-nilai yang ada di masyarakat.

Apabila ini kalau terus dijadikan satu-satunya cara pembelajaran oleh guru, maka masa depan guru tamatlah, karena guru sebagai mesin pendidikan yang bertanggung jawab melayani siswa yang ingin belajar di area kompetensi si guru. Saya kira guru tidak akan puas dengan efisiensi 10 % yang membuatnya menjadi sasaran ejekan oleh rekannya, diabaikan oleh orang lain dan tidak disenangi.

Dia tak lagi memegang posisinya mengtransmisikan kebudayaan, tidak menaikkan martabatnya, atau tidak menimbulkan penghormatan dari pihak lain, maka jenis guru baru akan terbentuk, dan selamat tinggal jenis guru lama. Semoga jadi perenungan kita bersama. (Ali Rohmad, Dosen FKIP UNISKA Kediri)

post-top-smn

Baca berita terkait