Wednesday, 2 December 2020

Gladi Bersih, Persiapan Tarian Kolosal 1212 Sang Panji

post-top-smn
Gladi bersih 1

Suasana persiapan Tarian Kolosal saat Gladi Bersih

Kediri, SMN – Tarian Kolosal 1212 Sang Panji siap menampilkan kebolehannya dalam Hari Jadi Kabupaten Kediri yang ke 1.212. Kesiapan 1212 penari ditunjukan dalam Gladi bersih yang dilaksanakan di area Kawasan Simpang Lima Gumul, tepatnya di depan Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri pada hari Rabu (23/3) Kemarin.

Gladi bersih tersebut sekaligus menandakan latihan terakhir bagi 1212 penari sebelum pementasan yang akan diselenggarakan pada hari Kamis, 24 Maret 2016. Sebanyak 1212 penari tersebut berasal dari murid Sekolah Dasar yang ada di Kabupaten Kediri.

Di dalam gladi bersih tersebut nampak sebelum Tarian Kolosal 1212 Sang Panji ditampilkan, akan terlebih dahulu ditampilkan penari-penari dari para seniman yang menampilkan tarian Panji Gumelar Sasanti.

 

Kemudian dilanjutkan dengan iring-iringan penari yang terdiri anak-anak SMA di Kabupaten Kediri. Iring-iringan tersebut menggambarkan tentang Legenda Kleting Kuning, Merah, Hijau, Yuyu Kangkang dan Panji Asmorobangun yang terbagi menjadi 10 kelompok penari.

Setelah itu juga akan ditampilkan Sang Bhagawanta Bhari yang akan menyerahkan prasasti Harinjing Kabupaten Kediri. keseluruhan tarian tersebut merupakan pembuka dari acara Pameran Pusaka yang digelar di dalam area Terminal Gumul.

Gladi bersih 2

Suasana persiapan Tarian Kolosal saat Gladi Bersih

Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno hadir dalam Gladi Bersih tersebut. dr. Hj. Haryanti Sutrisno meninjau langsung jalannya persiapan akhir Tarian Kolosal 1212 Sang Panji. Selain itu dr. Hj. Haryanti Sutrisno juga memberikan dukungan terhadap para penari, supaya tetap semangat dan mampu menampilkan yang terbaik esok harinya.

“Saya mengapresiasi tinggi kerja keras anak-anak yang ikut dalam Tarian Kolosal 1212 Sang Panji ini. Karena melalui tarian tradisional ini, anak-anak ini bisa melestarikan budaya dan menambah minat para generasi muda untuk menjaga budaya Indonesia agar tidak tergerus oleh budaya modern.” (Kominfo)

post-top-smn

Baca berita terkait