Sunday, 20 September 2020

Dzikir Taubatan Nasuha 2016, Cegah Miskomunikasi Antara Pemberi dan Penerima Amanah

post-top-smn
Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa dan Wabup Pungkasiadi saat mengikuti acara Dzikir Taubatan Nasuha tahun 2016

Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa dan Wabup Pungkasiadi saat
mengikuti acara Dzikir Taubatan Nasuha tahun 2016

Kab. Mojokerto, SMN – Gema dzikir dari sekitar 72 orang ulama dan 1000 orang anggota Jam’iyah Dzikir Rijalul Anshor dari seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto, memenuhi langit-langit Pendopo Graha Majatama dalam acara Dzikir Taubatan Nasuha tahun 2016, Kamis (20/10) malam.

Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, menyampaikan dalam sambutan acara mengatakan jika Taubatan Nasuha disamping dimaksudkan untuk bermunajat kepada Allah SWT, juga diharapkan dapat membangun komunikasi ulama-umaro (pemerintahan) dan masyarakat Kabupaten Mojokerto khususnya.

“Tanpa komunikasi yang harmonis antara masyarakat (pemberi amanah) dengan pemerintahan (penerima amanah) dikhawatirkan akan menimbulkan misskomunikasi dan salah pemahaman terutama terkait program pembangunan. Maka lewat kesempatan ini, kami mohon maaf dan meminta dukungan untuk program pembangunan di Kabupaten Mojokerto terus berkelanjutan,” pinta bupati yang didampingi juga oleh wakilnya, Pungkasiadi.

Pun halnya dengan program pembangunan mental spiritual, bupati meminta agar senantiasa melakukan evaluasi program dan capaiannya. “Pada periode pertama atau kurun waktu 5 tahun terakhir lalu, Pemerintah Kabuopaten Mojokerto telah mengalokasikan dana untuk pembangunan infrastruktur serta bantuan hibah untuk sarana peribadatan, mengadakan kegiatan rutin berupa sholawatan, pembinaan dan pelatihan lembaga keagamaan, sema’an Al-Quran serta dzikir taubatan nasuha yang kita laksanakan sekarang. Kami mohon doa restu pada semua pihak, semoga kegiatan baik fisik maupun pembangunan mental spiritual bisa berjalan dengan baik,” harap bupati.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Mojokerto sekaligus ketua pelaksana acara, Akhmad Jazuli menyebutkan dalam laporan acara jika taubatan nasuha selanjutnya akan digelar selama tiga kali dalam setahun.

“Dzikir Taubatan Nasuha malam hari ini, merupakan bagian dari acara memeriahkan Hari Santri tahun 2016 yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober. Dzikir Taubatan Nasuha yang biasanya digelar di makam Troloyo, selanjutnya akan digelar di pendopo Pemerintah Kabupaten Mojokerto yang diadakan selama tiga kali dalam satu tahun,” terang Jazuli. (hms/kan)

post-top-smn

Baca berita terkait