Monday, 30 November 2020

Dua Siswi Madrasah Malang Raih Emas Pada Indonesian Science Project Olympiad 2016

post-top-smn
Amelia Putri Wulandari dan Nalita Livia Chandradevi, dua siswa MTsN 1 Malang yang menyabet medali emas dalam ajang ISPO 2016.

Amelia Putri Wulandari dan Nalita Livia Chandradevi, dua siswa MTsN 1 Malang yang meraih medali emas dalam ajang ISPO 2016.

Jatim, SMN –  Dua siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) 1 Malang,  Amelia Putri Wulandari  dan Nalita Livia Chandradevi berhasil meraih emas ketegori teknologi pada ajang Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2016. Kompetisi yang digelar di Semarang pada 20 – 21 Februari lalu ini melibatkan sekolah dan madrasah dari berbagai penjuru nusantara.

Guru pembimbing siswi MTsN 1 Malang, Lailatul Chusniah mengatakan kedua siswinya menciptakan alat terapi untuk membunuh bakteri pada sapi perah yang terkena penyakit mastisis (Mastitis Therapeutic Technology: Innovation of Dairy Cows Matitis Therapeutic Tool Through Electroporation Technology).  Dengan alat ini, susu yang dihasilkan oleh sapi akan bebas bakteri.

“Salah satu juri di ISPO menyatakan bahwa ini merupakan solusi terbaik yang bisa dilakukan karena selama ini peternak memakai antibiotik yang bisa mengkontaminasi susu yang dihasilkan sapi,” tuturnya melalui rilis Kemenag, Rabu (24/2).

Dirinya menjelaskan bahwa ada sebanyak 500 laporan penelitian yang dipamerkan dan dilombakan pada gelaran ISPO 2016.  Dari jumlah tersebut, diambil sebanyak 82 laporan untuk masing-masing 6 bidang. Laporan penelitian siswa MTsN 1 Malang masuk dalam bidang Teknologi. Dari 82 Laporan tersebut disaringlah menjadi 15 Finalis. Satu-satunya finalis dari tingkat Sekolah Menengah Pertama adalah MTsN 1 Malang. Peserta lainnya adalah tingkat SMA.

Lebih lanjut, Chusniah menerangkan alat hasil kreasi siswa MTsN 1 Malang ini sudah dilakukan uji Laboratorium di Universitas Brawijaya (UB). Selain itu, alat tersebut juga  telah dilakukan Uji Lapangan di Peternakan Dau Malang selama dua minggu.

“Alat ini menjadi solusi terbaik bagi peternakan sapi dan produksi susu.  Sampai-sampa pihak panitia ISPO merekomendasikan kami untuk mengikuti lomba selanjutnya di Thailand. Prof Riri Fitri Sari dari Universitas Indonesia yang menjadi juri di bidang Teknologi bersedia mendampingi kami untuk persiapan ke Thailand,” ungkapnya.

Berkat prestasi membanggakan tersebut Amelia Putri Wulandari  dan Nalita Livia Chandradevi mendapatkan medali emas, piagam dan uang penghargaan sebesar 2 juta rupiah.

Seperti diketahui, Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) merupakan salah satu kegiatan yang diadakan oleh Pacific Countries Social And Economic Solidarity Association (PASIAD), sebuah lembaga sosial dan pendidikan berasal dari Turki. Tujuannya untuk merangsang bakat-bakat muda untuk berpikir, melakukan pengamatan, mengembangkan dan menyelami rasa keingintahuannya yang mengarah pada suatu solusti praktis.

Kegiatan ISPO didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan sejumlah perguruan tinggi ternama, diantaranya, Universitas Indonesia (UI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Negeri Semarang (UNES) dan Universitas Syiah Kuala. (Kominfo Jatim)

post-top-smn

Baca berita terkait