Monday, 21 September 2020

Dua Pemuda Bejat Perkosa Pelajar

post-top-smn
Ilustrasi

Ilustrasi

Ngawi, SMN – Dua pemuda berandalan berinisial ME, 20 tahun dan CA, 19 tahun, ditangkap polisi atas tuduhan memperkosa seorang pelajar yang sedang datang bulan. Pemerkosaan itu mereka lakukan di pinggir jalan taman pemakaman umum saat korban pulang dari melihat pengajian mafia shalawat di desanya. Korban tidak berani melawan karena diancam oleh pelaku.

Aksi pada 4 Oktober silam itu meninggalkan trauma mendalam bagi korban, sebut saja Bunga, 14 tahun, seorang pelajar sebuah SMP asal Desa Kedungputri Kecamatan Paron. Kedua pelaku langsung dijemput polisi setelah orangtua Bunga melaporkan perbuatan bejat keduanya. Korban, di depan polisi menuturkan bahwa dalam perjalanan pulang, tepatnya di jalan samping pemakaman umum Desa Teguhan Kecamatan Paron, dirinya dicegat kedua pelaku. Bunga juga mengaku belum pernah bertemu dan mengenal pelaku sebelumnya. “Saya diperkosa dan dipaksa serta diancam, bahkan saat itu saya dalam keadaan datang bulan pun dipaksa melayani,” kata Bunga pada polisi.

Kedua pelaku, ME dan CA, saat kejadian tersebut mengaku tengah dalam pengaruh minuman keras dan memaksa korban naik motor dan dibawa ke samping TPU. Setelah kasus ini dilaporkan dan kedua pelaku ditangkap polisi, mereka kembali diantar pulang untuk mengambil barang bukti. Diantaranya baju yang dipakai saat memperkosa korban dan juga motor yang digunakan. Saat kedua anak ini mampir pulang diantar polisi, kedua orangtua mereka hanya bisa menangis sedih dan histeris. Mereka pun tak menyangka sang anak bisa melakukan perbuatan keji itu pada gadis desa sebelah.

Polisi juga menggelandang keduanya untuk menunjukkan lokasi pemerkosaan. Pada polisi, keduanya mengaku tak berencana memperkosa namun tergoda saat melihat korban pulang malam. “Saya tidak memaksa,” kelit ME.

Menurut Kapolsek Paron, AKP I Wayan Murtika, polisi menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban dan kejadian itu dilakukan saat korban pulang dari melihat pengajian. “Setiap pelak bahkan melakukan perkosaan lebih dari sekali, ada tanda kekerasan juga pada korban,” ujarnya.

Polisi sebenarnya juga hendak menyita sepeda motor yang digunakan pelaku namun sayangnya saat itu tidak ada di rumah karena masih dipakai keluarga. ME dan CA pun hanya dapat menyesali perbuatannya dan kini meringkuk di sel tahanan Polsek Paron sambil menunggu proses penyelidikan selanjutnya Keduanya terancam UU perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait