Sunday, 20 September 2020

DPRD Trenggalek Gelar Rapat Paripurna Istimewa Penyampaian Keputusan DPRD Trenggalek no 6 Tahun 2016 Tentang Catatan-catatan Strategi Atas KPJ Bupati Trenggalek Akhir Tahun 2015

post-top-smn
Penyerahan LKPJ oleh Wakil Bupati kepada Ketua DPRD Trenggalek

Penyerahan LKPJ oleh Wakil Bupati kepada Ketua DPRD Trenggalek

Trenggalek, SMN Pada hari selasa malam Pukul 19. 30 WIB tanggal 3/5 2016 DPRD Trenggalek gelar Rapat Paripurna Istimewa dengan agenda penyampaian keputusan DPRD Trenggalek no 6 Tahun 2016 tentang catatan-catatan strategi atas LKPJ akhir Tahun 2015, bertempat di aula lantai 1 DPRD Trenggalek, hadir pula wakil bupati trenggalek H Moch. Nur Arifin, juga seluruh SKPD, dan Camat se Kabupaten Trenggalek.

Dalam sambutanya ketua pansus Sukaji menyampaikan catatan- catatan strategis laporan keterangan pertanggung jawaban Bupati Trenggalek tahun akhir anggaran 2015 berdasarkan evaluasi yang di lakukan oleh panitia khusus DPRD terhadap LKPJ Bupati Trenggalek Tahun 2015, dapat di kemukakan sejumlah catatan strategis atas perporma LKPJ Bupati Trenggalek Tahun 2015.

Secara ruang lingkup dokumen LKPJ Bupati Trenggalek Tahun 2015 telah mencakup ruang lingkup sesuai dengan peraturan pemerintah no 3 Tahun 2007 yaitu urusan generalisasi, tugas pembantuan dan tugas pemerintahan, meskipun secara komponen ruang lingkup namun akurasi data di dalam penyajian ketika urusan di atas masih terdapat beberapa kelemahan yang menyebabkan kurang memadainya LKPJ ini, untuk mampu menggambarkan keseluruhan kinerja pemerintah Kabupaten Trenggalek Tahun 2015 berdasarkan pencermatan DPRD terhadap akuransi data dan uraian LKPJ terungkap dalam catatan.

Secara sustansial baik dari sisi tata penyajian kwalitas dan keakuratan informasi bahwa kinerja pemerintah Kabupaten Trenggalek Tahun 2015 di nilai belum maksimal, sehingga yang perlu di perbaiki dari penyajian dokumen LKPJ Kabupaten Trenggalek Tahun 2015 adalah sinkronisasi antara subtansi, program data dan indicator capaian program antara dokumen yang terkait.

Pada pembahasan indicator kinerja utama beberapa data atau informasi perlu di akses sekalipun menggunakan data sementara, agar dapat diperoleh informasi perkembangan capaian Tahun 2015, adapun data yang belum komplit dalam laporan ini anatra lain data presentase kemiskinan, andek pembangunan manusia tingkat penangulangan dan angka harapan hidup.

Pada pembahasan kajian pengelolaan keuangan daerah di peroleh nilai derajat sebesar 8,45%, untuk target dari 10, 05% untuk realisasi, sehingga angka tersebut termasuk dalam katagori sangat kurang, selain itu dalam pembahasan kajian umum pengelolaan keuangan daerah di harapkan tidak hanya melampirkan data target realisasi pendapatan dan pembiayaan, namun perlu di paparkan dengan jelas tentang masalah dan solusi serta situasi rieal penganggaran daerah pada Tahun 2015.

Pada pembahasan penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah berdasarkan capaian dalam kegiatan serta penyerapan anggaran pemerintah, kabupaten trenggalek belum mampu menyerap anggaran serta melaksanakan kegiatan yang telah di rencanakan, hal ini terlihat dari masih adanya nilai realisasi yang kurang dari % adapun peryataan permasalahan dan solusi yang di paparkan di LKPJ ini, sesungguhnya bukan permasalahan dan solusi melainkan informasi atau data pada saat kegiatan.

Beberapa kegiatan yang di duga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masih belum mencapai target sehingga perlu di tingkatkan penyerapan anggaran pelaksana program dan kegiatan yang mendukung, pencapaian target yang pertumbuhan ekonomi bagaimana yang ditetapkan kinerja utama.

Dalam menyelenggarakan tugas pembantuan kegiatan yang di terima, yang belum berhasil mencapai target di harapkan kedepan pemerintah kabupaten trenggalek dapat memaksimalkan sumberdaya yang tersedia agar mampu memanfaatkan anggaran yang telah di berikan bagi subtansi, pembantuan yang di berikan di harapkan ada program yang bermenfaat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional serta dapat mengalokasikan.

Dalam menyelenggarakan tugas pemerintahan baik KSAD maupun KSPK masih belum maksimal, di harapkan pemerintah kabupaten trenggalek segera merealisaikan kerja samanya dengan yang telah di rencanakan, selain yang kami laporkan di atas dalam proses LKPJ bupati tahun 2015, pansus telah mendapatkan dalam hal- hal yang di rasakan masih perlu di lakukan perbaikan ke depan, mengingat pembahasan LKPJ 2015 ini adalah memontum kita untuk melakukn avaluasi terhadap dukungan perencanaan kita.

Dimana pada saat ini kita sedang membahas RPJMD oleh karena itu ada beberapa catatan yang perlu kami sampaikan agar ke depan bisa di lakukan perbaiakan, kurang lengkapnya data indicator kinerja di tetapkan terlalu progresif sehingga tidak mungkin di capai, oleh karena itu pansus perlu menggaris bawahi bahwa RPJMD ke depan.

Di lanjutkan sambutan wakil Bupati H Moch Nur Arifin, dalam paripurna ini Bupati Trenggalek berhalangan hadir di karenakan ada tugas di luar kota, sehingga dalam sidang paripurna di wakilkan kepada saya terlebih dahulu saya akan menjawab catatan- catatan yang di pertanyakan oleh ketua pansus DPRD.

Mengenai tentang data tidak hanya di trenggalek saja yang mengalami adanya kelemahan data, Negara inipun mengalami yang sama sehingga ke depanya perlu adanya perbaikan bersama kita harus bersyukur pada tanngal 28/5 2016 ini tiem penanggulangan kemiskinan akan melakukan survey dan akurasi data kemiskinan di kabupaten trenggalek.

Sedangkan mengenai angka indicator IPM angka penetapan target dalam RPJMD merupakansalah satu indicator yang mendasar dalam rangka pembangunan sumber daya manusia, angka yang turun tersebut di karenakan adanya metologi perhitungan yang baru. (rud Adv)

 

post-top-smn

Baca berita terkait