Sunday, 29 November 2020

DPRD Gelar Sidang Paripurna LKPJ Sekaligus Pelantikan PAW

post-top-smn
Penyerahan dokumen LKPJ oleh Bupati Ngawi kepada Pimpinan DPRD Ngawi

Penyerahan dokumen LKPJ oleh Bupati Ngawi kepada Pimpinan DPRD Ngawi

Ngawi, SMN – DPRD Ngawi melaksanakan sidang paripurna dengan dua agenda sekaligus Jumat (21/4). Istimewanya paripurna ini bukan hanya agendanya yang berisi Laporan keterangan Pertanggungjawaban Bupati dan Pelantikan anggota DPRD baru namun juga karen seluruh hadirin berpakaian tradisional.

Baju kebaya dipakai seluruh anggota DPRD perempuan, staf dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD),sementara baju lurik dikenakan staf DPRD pria, beskap, kain panjang dan blangkon untuk seluruh anggota DPRD pria. Berpakaian adat itu menurut Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, merupakan penanda agar warga Ngawi  tetap mencintai adat Jawa juga untuk memperingati Hari Kartini. “Disertai harapan kartini-kartini masa sekarang adalah wanita yang mandiri bukan hanya berlandaskan emansipasi namun berkarya untuk negara tanpa meninggalkan kodrat sebagai ibu dan wanita seutuhnya,” ungkap Antok, sapaan akrab Ketua DPRD Ngawi ini, saat membuka rapat paripurna.

LKPJ Bupati atas pelaksanaan pemerintahan tahun 2016 diantaranya memuat beberapa keberhasilan yang diraih Ngawi. Misalnya berbagai penghargaan yang diterima di bidang lingkungan, bidang investasi, pengendalian laju inflasi, bidang perhubungan, bidang pertanian sampai opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang disematkan BPK atas laporan keuangan Kabupaten Ngawi Tahun Anggaran 2016. “Tahun 2016 juga mencatatkan pelampauan target pendapatan sekitar Rp 29,868 miliar,” kata Bupati Ngawi, Ir Budi Sulistyono.

Bupati yang juga acap disapa Kanang ini kemudian membeberkan, dari segi pendapatan asli daerah (PAD) ada kenaikan sekitar Rp 13 M lebih daripada pendapatan tahun 2015. Namun demikian harus diakui bahwa perimbangan proporsi penggunaan APBD di Ngawi sampai akhir tahun 2016 masih lebih banyak diperuntukkan pada pos belanja tidak langsung. Pos ini merupakan belanja tdak terkait langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan atau sering pula disebut sebagai belanja pegawai (aparatur). Di Kabupaten Ngawi, tahun 2016 lalu pos belanja tidak langsung menguras Rp, 1,3 triliun lebih. Sedangkan pada pos belanja langsung direalisasikan sebesar Rp 846,4 M lebih. “Kelancaran dan efektifitas pelaksanaan anggaran selama tahun 2016 tak lepas dari peran serta seluruh ake holder yang ada di Ngawi,” ungkap Kanang.

Rekomendasi DPRD sendiri atas LKPJ Bupati tahun 2016 , dibacakan Wakil Ketua DPRD, Sarjono, yang meminta agar pemkab lebih memperhatikan serapan anggaran belanja langsung yang berkaitan langsung dengan program dan kegiatan yang dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Pansus LKPJ DPRD Ngawi juga merekomendasikan agar target pendapatan dilakukan dengan lebih teliti dan mencatatnya per pos kegiatan bukan hanya menurut target OPD. “Indeks Pembangunan Manusia, Angka Pengangguran Terbuka dan pemanfaatan lahan pertanian juga menjadi beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah,” ungkap Sarjono.

Usai pembacaan rekomendasi DPRD atas LKPJ bupati, paripurna dilanjutkan dengan melantik Susilo, menggantikan almarhum Suwito Hadi Saputro, yang meninggal 2 Maret 2017 lalu. Sebagai anggota baru, Susilo akan segera bertugas di komisi yang sama dengan almarhum Suwito yakni di Komisi II. Susilo yang datang bersama keluarga dalam pelantikan kemarin mengaku siap menjalankan tugas dan amanah yang dipercayakan untuknya serta akan memberikan kinerja terbaik sesuai tugas yang diberikan partaina, Nasional Demokrat, selama duduk di DPRD Ngawi. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait