Monday, 21 September 2020

Dirut CV. Dita Perdana Lanjutkan Kasus perumahan de Perdana SB Residence

post-top-smn
H. Hidayatullah (kiri) di dampingi Hermanto dari LBH TNT Pasuruan.

H. Hidayatullah (kiri) di dampingi Hermanto dari LBH TNT Pasuruan.

Pasuruan, SMN – Terkait dugaan penipuan di sekitar Tahun 2011 oleh LMD selaku Ketua Koperasi Sejahtera Bersama Pemkab Pasuruan pada waktu itu, H. Hidayattullah atau H. Dayat selaku Dirut CV. Dita Perdana hendak membawa permasalahan pidana ini ke Polresta Pasuruan.

Ditemui wartawan media SMN di lokasi sengketa, H. Dayat mengatakan bahwa permasalahan ini bermula dari kerja sama antara H. Dayat selaku Direktur Utama pada CV. Dita Perdana yang menyediakan fasilitas proses pencairan dana, pengerjaan perumahan dan segala infrastruktur di lokasi proyek bekerja sama dengan Sony Eko Prasetyo selaku Dirut pada CV. Tri Logika Karya yang merupakan tim management pengelola lahan selaku pihak I (satu) dengan LMD, Ketua Koperasi Sejahtera Bersama di mana pada perjanjian tersebut sebagai pemilik lahan atau lokasi yang hendak dijadikan perumahan selaku pihak II (dua), sesuai Surat Perjanjian Kerja sama/ Joint Operasional No.075/ SPKJO- DP/ IV/ 2011yang tertuang pada tanggal 25 April 2011.

Namun sayangnya kesepakatan ke dua belah pihak ini telah di ingkari oleh LMD selaku pihak II dengan menganggunkan sertifikat No. 1496 seluas 13.820 M² di Bank Tabungan Negara/ BTN sebesar tiga milyar seratus juta rupiah pada tanggal 26 Maret 2012, setelah H. Dayat melakukan pengerjaan dari mulai pemerataan tanah, pembikinan gorong-gorong sampai pengerjaan 27 unit rumah dengan biaya sebesar Rp. 1.200.000.000,- (satu milyar dua ratus juta rupiah). Tanpa sepengetahuan Dirut CV. Dita Perdana ini, LMD semakin menjadi ketika nekatnya LMD mengalihkan atau menjual lahan yang sudah berdiri 27 unit rumah yang dibangun oleh H. Dayat kepada PT. Taruna Citra Abadi Malang dengan harga yang lebih tinggi. Maka beralihlah pengerjaan perumahan “de PERDANA SB RESIDENCE” yang terletak di Desa Petahunan Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan dari CV. Dita Perdana ke PT. Taruna Citra Abadi Malang tanpa mengganti kerugian yang sudah dikeluarkan oleh H. Dayat selaku Dirut CV. Dita Perdana sebesar Rp. 450.000.000,- (empat ratus lima puluh juta rupiah).

Sayangnya, dugaan penggelapan dan atau penipuan oleh LMD yang pernah jadi rumor dikalangan Developer dan pegawai Negeri Sipil di jajaran Pemerintah Kabupaten Pasuruan ini tiba-tiba hilang tanpa bekas.

Ketika dikonfirmasi di Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan melalui salah satu staff nya mengatakan bahwa LMD tidak berada di tempat karena sedang mengikuti Bintek di Kaliandra Prigen sejak hari Rabu kemarin. (badar)

 

post-top-smn

Baca berita terkait