Monday, 30 November 2020

Dirjen PPMD: Jadi Pendamping Masyarakat Jangan Hanya Berharap Honor

post-top-smn
Ponorogo Humas1

Dirjen PPMD Ahmad Erani Yustika bersama Sekretaris Daerah Ponorogo Agus Pramono

Ponorogo, SMN Pemerintah pusat meminta pemerintah provinsi segera mengaktifkan peran pendamping lokal desa yang sudah terjaring melalui seleksi pada tahun 2015 lalu. Ini karena peran mereka dianggap penting dalam pemberdayaan masyarakat, utamanya dalam penyusunan dan penetapan Perdes, termasuk dalam perenanaan, evaluasi dan pengawasan pembangunan di desa. “Saat ini yang aktif bekerja adalah pendamping lanjutan dari program PNPM, yang bekerja sejak 1 Juli 2015 lalu,” ungkap Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Ahmad Erani Yustika.

Ponorogo sendiri memiliki 281 desa dan menurut Ahmad Erani Yustika, tergolong kabupaten dengan kondisi mapan dan kebanyakan pendamping program merupakan kader yang sudah paham dengan situasi dan kondisi pedesaan. “Kami sudah perintahkan untuk setiap provinsi mengaktifkan peran pendamping lokal desa sejak 1 Februari kemarin,” ungkap Ahmad Erani Yustika di ruang Sekdakab Ponorogo.

Pendamping tingkat kabupaten maupun pendampingi lokal desa, sudah selesai direkrut pada November 2015 silam. Tugas PLD sendiri mendampingi sebanyak 3 sampai 4 desa. Ahmad Erani Yustika mengingatkan, menjadi pendamping program bukanlah didasari keinginan mencari pekerjaan karena didalamnya harus terisi dengan semangat dan kerelaan berkorban demi masyarakat, bukan hanya mengharapkan honor semata. “Menjadi pendamping masyarakat tentu harus didasari semangat pengabdian dan rela berkorban, jangan hanya karena mencari kerja dan menerima honor”, pesannya.

Dirjen PPMD Ahmad Erani Yustika saat bersama Sekretaris Daerah Ponorogo Agus Pramono di ruang Sekda Kabupaten Ponorogo bersama instansi terkait.

Dirjen PPMD Ahmad Erani Yustika saat bersama Sekretaris Daerah Ponorogo Agus Pramono di ruang Sekda Kabupaten Ponorogo bersama instansi terkait.

Ahmad Erani Yustika yang merupakan putra kelahiran Ponorogo ini juga mengamati penerapan alokasi dana desa (ADD) dan dipandangnya sudah sesuai dengan ketentuan. “Ada beberapa yang sudah bagus sistem informasi dan pendataannya, demikian juga dengan peningkatan kapasitas warga juga berjalan baik”, ujarnya.

Sementara itu Sekertaris Daerah Kabupaten Ponorogo, Drs. Agus Pramono M.M, memuji perhatian Dirjen PPMD terutama dalam memaksimalkan peran warga Ponorogo sebagai pendamping. “Pendamping masyarakat dari putra desa sendiri, tentu bisa diharapkan ada rasa memiliki dan keinginan untuk memajukan desanya”, urai Agus.

Acara pulang kampung dari Dirjen PPMD ini juga membawa berkah tersendiri bagi Kabupaten Ponorogo, karena Bumi Reog kembali dijanjikan program dalam mendukung pengembangan desa. “Tentu kami bersyukur dan berharap hal itu segera direalisasi agar pengembangan pembangunan di desa-desa di Ponorogo berjalan dengan lebih baik lagi”, ujar Agus Pramono.

post-top-smn

Baca berita terkait