Friday, 4 December 2020

Diperlebar, Jalur Selatan Jawa ke Merak Sudah 4 Lajur

post-top-smn
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono didampingi oleh Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional IV Bambang Hartadi dan Kepala BPJT Herry TZ meninjau perbaikan jalan nasional pantai utara Jawa, Minggu (10/4/2016).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono didampingi oleh Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional IV Bambang Hartadi dan Kepala BPJT Herry TZ meninjau perbaikan jalan nasional pantai utara Jawa, Minggu (10/4/2016).

Jakarta, SMN – Jalur Utara atau Pantai Utara (Pantura) Jawa, memiliki volume kendaraan tinggi setiap menjelang Lebaran.

Khususnya, saat menuju atau dari Merak, Banten. Untuk itu, pemerintah melakukan pelebaran jalan di Jalur Selatan Jawa menjadi 4 lajur dan 2 arah.

“Merak lewat jalan tol keluar atau menuju dermaga, dulu dua lajur. Sekarang Jalur Selatan sudah 4 lajur sampai ke dermaganya,” ujar Kepala Badan Infrastruktur Wilayah Hermanto Dardak di Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, Selasa (28/6/2016).

Ia mengatakan, pemudik yang berasal dari Jawa menuju Merak, bisa menggunakan jalur ini saat Jalur Pantura tersendat.

Para pemudik yang akan melakukan perjalanan dari Merak ke arah Jawa juga bisa menggunakan jalur ini sampai ke perbatasan Jawa Barat.

Hermanto menyebutkan, jalur ini relatif cepat karena dari Merak sampai sebelum masuk Pelabuhan Ratu hanya memakan waktu 3 jam.

“Ini juga sebagai alternatif arus mudik Lebaran, supaya tidak semua “tumplek” di Pantura,” ucap Hermanto.

Pelebaran ini sudah berlangsung sejak tahun lalu. Pada Lebaran 2015, baru satu jalur tambahan yang difungsikan.

Sebelum pelebaran, akses Pelabuhan Merak terdapat penyempitan sekitar 3 km. Hal ini menambah kemacetan dan penumpukan kendaraan yang memakan waktu berjam-jam.

post-top-smn

Baca berita terkait