Sunday, 24 January 2021

Dipastikan, 105 Warga Jakarta Golput

post-top-smn
Salah satu mahasiswa diwawancarai awak media televisi

Salah satu mahasiswa diwawancarai awak media televisi

Jember, SMN – Warga DKI Jakarta yang ada di luar daerah bahkan di luar Negeri dipastikan tidak dapat menyalurkan hak pilihnya pada Pilkada Gubernur kali ini. Pasalnya, menurut salah satu warga DKI Jakarta yang berkuliah di Jember, Arif mengatakan jika mata kuliahnya tidak bisa diliburkan sesuai kemauan sendiri.

Kepada awak media, Arif sendiri yang kuliah di Universitas Negeri Jember (Unej) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sudah menginjak semester 4 ini mengutarakan juga bahwa selain dirinya masih ada sekitar 104 temannya lagi asal Jakarta yang tidak bisa menggunakan hal pilihnya pada Pilkada Rabu (19/4) nanti.

“Ya sangat menyesal, kami tidak dapat menggunakan hak pilih kami untuk mencoblos calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta selanjutnya,” katanya saat ditemui di halaman FISIP Unej.

Dikatakan Arif, bahwa 105 mahasiswa tersebut tergabung dalam Ikatan Mahasiswa DKI Jakarta (Ikada).

“Kami memang memilih tidak pulang ke Jakarta, lantaran selain biaya mahal, momen Pemilu tidak bertepatan dengan liburan semester. Apalagi untuk biaya pulang pergi ke Jakarta bisa habis  jutaan rupiah, mahal uang sigitu hanya untuk ikut Pemilu yang cuma 1 hari,” katanya lagi.

Menurutnya seharusnya, KPUD bisa memberi TPS khusus bagi mahasiswa luar Jakarta. Sebab kata Arif hal ini juga bisa mengurangi angka golput. Sebab mereka pasti sudah terdaftar di daerah pemilihan tempat mereka berasal.

Namun demikian, dari peraturan yang ada, mahasiswa dari luar kota itu tidak diperbolehkan memilih dari daerah yang bukan wilayahnya. Kemungkinan besar, mahasiswa bisa memilih saat Pilpres saja. (atk)

post-top-smn

Baca berita terkait