Sunday, 27 September 2020

Dinsos Jatim Gelar Olimpiade Kepahlawanan

post-top-smn
Kantor Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur

Kantor Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur

Jatim, SMN – Dinas Sosial Jawa Timur menyelenggarakan Olimpiade Kepahlawanan tahun 2016. Kegiatan ini diikuti 38 siswa dan siswi perwakilan dari SMA, SMK dan MA dari sejumlah kabupaten/kota diantaranya, Kabupaten Gresik, Sidoarjo, Jember, Lumajang, Probolinggo, Malang, Situbondo, serta Kota Surabaya.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Sukesi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Arman Linda, Kamis (6/10) di kantor Dinas Sosialmengatakan,Olimpiade Pahlawan ini dilaksanakan sebagai rangkaian menyambut peringatan hari pahlawan tahun 2016. “Sudah selayaknya peringatan hari pahlawan inidiisi dengan kerja keras demi kemajuan bersama,” katanya.

Pesertayang mengikuti olimpiade sebelumnya telah lolos pada babak penyisihan dengan membuat karya tulis dan telah mendapat penilaian dari dewan juri. Dari 96 karya tulis yang di terima oleh Dinas Sosial Jawa Timur,yang terpilih hanya 38 karya tulis. “Kegiatan ini diharapkan bisa membangun optimismegenerasi muda dan meningkatkan rasa kecintaan terhadap Negara NKRI,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini jumlah pahlawan nasional sampai  tahun 2016 sebanyak 168 orang. Dari jumlah tersebut, mereka yang berasal dari Jawa Timur sebanyak 26 orang. Tahun iniPemprov Jatim mengusulkan dua calon pahlawan nasional,yakni Sroedji yang diusulkan oleh Pemkab Jember dan KH. As’ad Syamsul Arifin yang diusulkan oleh Pemkab Situbondo.

Menurut dia, nilai-nilai kepahlawanan nasional harus terus dijaga oleh seluruh warga negara Indonesia, terutama dalam diri generasi muda yang kedepannya diharapkan akan menjadi pemimpin bangsa.

“Kita harus mengakui bahwa kehidupan kita yang sekarang ini sudah banyak orang-orang yang meninggalkan rasa kebersamaan, yang juga termasuk salah satu nilai-nilai kepahlawanan. Kami ingin hal itu terus tumbuh didalam diri anak-anak muda yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa ini,” ujarnya.

Selain membangkitkan kembali nilai-nilai kepahlawanan, dia juga mengharapkan pelaksanaan Olimpiade Pahlawan Tingkat Provinsi dapat menghidupkan kembali kekuatan bangsa, terutama dari segi spiritual.

Olimpiade hanya akan mengambil enam kelompok. Mereka yang juara satu mendapatkan uang sebesar Rp 1,5 juta, juara dua Rp 1 juta, juara tiga Rp 750 ribu sementara juara harapan satu, dua dan tiga hanya akan mendapatkan tropi. (ely/jal)

post-top-smn

Baca berita terkait